background img

PROGRAM RECOVERY EKONOMI BISA TERHAMBAT

2 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Rencana pemerintah untuk mulai menjalankan program recovery economy pada tahun 2021, terancam akan tertunda.

Hal itu diakibatkan oleh kondisi peningkatan jumlah kasus Covid-19 yang kembali meningkat tajam di penghujung tahun 2020.
Pemerintah akan kembali tetap fokus pada program kesehatan publik jika kasus Covid-19 terus naik dan program pemulihan ekonomi yang direncanakan akan lebih terbatas.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi selaku Ketua Satuan Gugus Tugas Covid-19 Kota Balikpapan mengatakan pihaknya berencana akan menunda sejumlah kegiatan yang telah direncanakan apabila perkembangan kasus Covid-19 di Kota Balikpapan terus mengalami kenaikan.

“Kalau kasusnya semakin tinggi, maka otomatis recovery ekonominya tertunda. Karena kita akan lebih fokus pada upaya penurunan jumlahnya dulu,” kata Rizal kepada wartawan.

Kondisi ini, lanjut Rizal, merupakan hal wajar, karena kondisi seperti ini tidak hanya terjadi di wilayahnya, bahkan sejumlah negara seperti Inggris dan Perancis juga melakukan kebijakan yang sama.

Hal ini dilakukan untuk mengendalikan peningkatan jumlah kasus yang terjadi, sebelum melanjutkan program recovery economy yang telah direncanakan.

“Saya kira semua sudah tahu, kami minta untuk pengelola pusat perekonomian seperti pusat perbelanjaan atau mall untuk mengurangi kegiatannya dulu, supaya kita bisa mengerem perkembangan Covid-19,” jelasnya.

Rizal berharap dengan adanya rencana pemberian vaksinasi Covid-19 pada tahun 2021 mendatang, dapat menurunkan peningkatan penyerapan virus Corona. Sehingga kegiatan recovery economy yang direncanakan dapat dijalankan.

“Kita berharap kalau memang ada vaksin penurunan itu benar-benar terjadi dan target penurunan yang diharapkan itu benar-benar terencana,” ungkapnya.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *