background img

POSITIF CORONA BERTAMBAH 9 KASUS BARU

1 year ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Jumlah pasien positif virus Corona atau Covid-19 di Kota Balikpapan pada Sabtu (6/6) mengalami ledakan, yakni bertambah sebanyak sembilan kasus. Angka itu naik drastis setelah dalam beberapa hari terakhir hanya bertambah satu kasus di setiap harinya.

Kepastian penambahan kasus positif tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kota Balikpapan saat penyampaian update terbaru wabah Corona di Balikpapan, Sabtu (6/6) menjelang waktu sore, sekira pukul 14.30 Wita.

“Hari ini kita mendapatkan cukup banyak hasil Swab. Ada 14 hasil dan sembilan di antaranya yang kita terima terkonfirmasi positif. Jadi total pasien positif kita dari 72 menjadi 81 orang. Dengan pasien positif dirawat menjadi 31, sembuh 48 dan yang meninggal tetap dua orang,” kata Rizal kepada awak media.

Ke sembilan kasus positif baru tersebut merupakan hasil pemeriksaan laboratorum Polymerase Chain Reaction (PCR) Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB). “Sembilan positif itu dari Lab PCR RS Pertamina Balikpapan,” sambung Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan Andi Sri Juliarty.

Wanita yang akrab disapa Dio itu merinci, pasien positif yang pertama dengan kode BPN73. Seorang ibu rumah tangga berusia 53 tahun. Adapun riwayatnya kontak erat dengan pasien positif sebelumnya berkode BPN56. “Jadi ini merupakan transmisi lokal,” ungkap Dio.

Kemudian pasien positif yang ke dua berkode BPN74. Adalah seorang laki-laki berusia 50 tahun dengan riwayat datang ke RS Pertamina Balikpapan untuk berobat. “Jadi pasien ini dengan sesuatu penyakit. Namun dari screening ditemakan juga terinfeksi Covid 19 positif. Ini penduduk Balikpapan,” tuturnya.

Yang ke tiga, lanjut wanita berjilbab itu, adalah seorang laki-laki beusia 26 tahun dengan kode BPN75. “Pasien merupakan karyawan Migas. Riwayatnya dari screening perusahan untuk mulai masuk bekerja. KTPnya Balikpapan,” sebutnya.
Pasien positif selanjutnya adalah BPN76 seorang laki-laki berusia 25 tahun. Yang bersangkutan merupakan karyawan Migas dengan KTP asal Malang.

“KTPnya Malang. Tetapi dalam dua minggu terakhir sudah berada di Balikpapan. Jadi ini masuk pasien Balikpapan. Karena dari hasil konsultasi kami dengan Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, jika KTP luar dan sudah dua minggu terakhir sudah berada di Balikpapa walaupun akan turun lokasi maka di sinilah datanya ditetapkan. Artinya jadi pasien Balikpapan,” jelas Dio.

Pasien positif yang ke lima berkode BPN77. Adalah seorang laki-laki berusia 32 tahun juga merupakan karyawan alat berat Migas. “Beliau KTPnya Balikpapan. Kondisinya sehat, tapi discreening untuk mulai masuk bekerja ditemukan positif,” ucap Dio.

Kemudian pasien yang ke enam adalah seorang laki-laki. Untuk sementara diberi kode BPN78. Pasien akan diserahkan ke Dinas Kesehatan Provinsi sebab berKTP Makassar dan dua minggu lalu berada di Makassar.”Dia baru tiba di Balikpapan tanggal 1 Juni kemarin. Nanti Dinkes Provinsi yang menetapkan beliau masuk kasus positif wilayah mana,” imbuh Dio.

Kemudian pasien yang ke tujuh dengan kode sementara BPN79 berusia 33 tahun. Yang bersangkutan berKTP Makassar dan dua minggu lalu berada di makassar.”Dia baru tiba dua hari di Balikpapan. Ini juga akan kami serahkan ke Dinkes Provinsi untuk ditetapkan masuk wilayah mana,” ucapnya.

Hal yang sama juga dengan pasien berkode BPN80. Pasien berusia 20 tahun ini merupakan karyawan tambang dengan KTP Malang. “Ini juga sama baru tiba di Balikpapan. Dua Minggu sebelumnya ada di Malang. Jadi nanti kami serahkan juga ke Dinkes Provinsi untuk penetapannya,” tandasnya.

Demikian juga dengan pasien yang ke sembilan. Seorang laki-laki berusia 34 tahun. Yang bersangkutan masih diberi kode sementara yakni BPN81.”Karyawan Migas juga. Baru keluar dari lokasi. Dua minggu sebelumnya berada di lokasi tambang wilayah Kutai Kartanegara. Jadi akan kami serahkan juga ke Dinkes Provinsi,” tutupnya.Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *