background img

POLTEKBA SIAP CETAK MAHASISWA SIAP KERJA

1 month ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Rencana pemindahan ibukota negara ke wilayah Kalimantan Timur, sepatutnya dibarengi dengan rencana pengembangan sumber daya manusia (SDM) setempat.

Sebagai kota penyangga dan gerbang ibu kota negara, Kota Balikpapan tentunya akan merasakan dampak langsung, sehingga harus menyiapkan SDM lokal yang berdaya saing. Sehingga dapat berpartisipasi dalam mengisi tahapan pemindahan ibukota negara.

Menyambut rencana tersebut, Poltek Negeri Balikpapan siap mencetak mahasiswa yang siap kerja dan mampu bersaing dengan pendatang dari luar daerah.

“Dari kurikulum yang diterapkan oleh politeknik Balikpapan sudah link dengan apa yang jadi kebutuhan industri, sehingga bisa dipastikan ke lulusan dari politeknik Balikpapan ini siap kerja,” kata Candra Irawan, S.T., M.Si, Wakil Direktur III Poltek Negeri Balikpapan (Poltekba) dalam program Talkshow di Radio KPFM Balikpapan, Rabu (6/4).

Menurut Chandra, Politeknik Negeri Balikpapan ini adalah salah satu Politeknik vokasi dari 44 Politeknik yang ada di Indonesia. Jadi sangat bersyukur Balikpapan menjadi salah satu daerah yang memiliki politeknik vokasi.

Untuk saat ini, peringkat vokasi Politeknik Balikpapan itu menduduki urutan 18 pada tahun 2021 dan pencapaian tersebut menaikkan peringkat Poltek Balikpapan yang sebelumnya hanya berada di level 29.

“Kalau dulu kita lebih mengeksplor pada hard skill-nya sekarang kita lebih pada soft skillnya. Hal ini dilakukan agar kemampuan dari masing-masing mahasiswa lulusan itu bisa seimbang sehingga bisa sesuai dengan harapan yang dibutuhkan oleh industri,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa pada dasarnya, Politeknik memang harus bisa memberikan solusi masalah yang ada di industri di antaranya dalam hal menghadirkan teknologinya.

“Di Politeknik itu, punya dua sertifikat yang pertama ijazah yang kedua sertifikat keahlian dan sertifikat keahlian ini menjadi senjata utama bagi lulusan Politeknik. Berbeda dengan lulusan dari sarjana yang hanya punya sedikit saja, ketika harus memiliki sertifikat keahlian mereka harus mengeluarkan biaya lagi,” ungkapnya.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published.