background img

POLISI SASAR 3 JENIS PELANGGARAN

1 year ago written by

 

KPFM BALIKPAPAN – Para pengguna jalan untuk 14 hari ke depan wajib mematuhi aturan lalulintas. Pasalnya jajaran lalulintas tengah melaksanakan Operasi Patuh Mahakam 2020.
Namun, ada yang berbeda dalam operasi kali ini dengan tahun sebelumnya. Di mana tahun lalu dilakukan penindakan 80 persen dan pembinaan 20 persen.

Sedangkan untuk tahun ini akan dilakukan 40 persen preemtif (sosialisasi), 40 persen preventif (pencegahan) dan 20 persen represif (penindakan).
“Tahun ini untuk cara bertindak sangat berbeda. Kalau tahun lalu Operasi Patuh penindakannya 80 persen, pembinaan 20 persen. Tahun ini karena ada Covid-19 jadi 40 persen preemtif, 40 persen preventif dan 20 persen represif,” kata Dir Lantas Polda Kaltim, Kombes Pol Roy Ardhya Candra, Kamis (23/7).

Operasi kali ini, lanjut Kombes Pol Roy, memang sifatnya hanya sebatas pencegahan. Sedangkan untuk penindakannya dilakukan jika memang sudah benar-benar terjadi secara berulang kali dan menyebabkan tingginya risiko lakalantas. “Tetap ada penegakan hukumnya karena ini Operasi Patuh,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, Dit Lantas Polda Kaltim menaruh atensi serius terhadap tiga kategori pelanggaran berat. Dibandingkan tahun 2019 terdapat delapan kategori pelanggar lalulintas.
“Tiga kategori itu seperti penggunaan sabuk pengaman, penggunaan helm dan pengendara melawan arus. Hal ini diambil oleh Dit Lantas karena tiga kategori tersebut banyak terjadi di Kaltim,” ungkapnya.

Meskipun tiga kategori pelanggaran tersebut menjadi atensi serius, bukan berarti pelanggaran lain lepas dari perhatian. Jika ditemukan pengendara yang berpotensi menimbulkan lakalantas maka akan ada penindakan juga.

“Selebihnya tetap kita lakukan peneguran dan pembinaan,” ucapnya.
Perbedaan lain dari Operasi Patuh tahun ini, yakni adanya pendisiplinan penggunaan masker bagi seluruh pengendara. “Soal masker ini tidak ada penindakan. Kita malah akan bagi masker bagi yang tidak menggunakan,” tandasnya.Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *