background img

POLISI PERIKSA PENGANIAYA ATLET

1 month ago written by

KPFM BALIKPAPAN – HP, terduga pelaku penganiayaan terhadap seorang atlet Muaythai berprestasi Balikpapan Muhammad Nur Fadhillah (20), sudah diamankan pihak berwajib.
Kapolsek Balikpapan Utara AKP Eko Budiyatno membenarkan hal tersebut. Dikatakan, terduga pelaku sudah diamakan dan sedang dalam proses pemeriksaan.
“Sudah mas (diamankan). Saat ini sedang dalam pemeriksaan,” kata AKP Eko saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan singkat WhatsApp, Rabu (13/4).
Dari keterangan pelaku, aksi penganiayaan itu didasari rasa sakit hati. Korban berhenti dari camp Balikpapan Fighter Club (BFC) yang dipimpin oleh HP.
Kemudian, korban dituding mengambil barang-barang perlengkapan latihan yang diberikan sebelumnya.
“Pemeriksaan sementara motifnya itu karena pelaku ini sakit hati. Korban ini mantan muridnya dulu, terus ada barang-barang untuk latihan yang masih sama korban,” ucap AKP Subari, Kanit Reskrim Polsek Balikpapan Utara.
Diberitakan sebelumnya, terduga pelaku yang merupakan Pembinaan Prestasi (Binpres) Cabor Muaythai Indonesia (MI) Kota Balikpapan diduga menganiaya korban hingga mengalami luka memar di area wajah dan mengeluarkan banyak darah.
Peristiwa itu terjadi pada Selasa (12/4) siang sekira pukul 10.30 Wita. Bermula saat terduga pelaku HP memposting di akun media sosial dan menandai Dilla, sapaan akrab Muhammad Nur Fadhillah, dengan caption menuduh sebagai maling.
Dilla yang melihat postingan tersebut kemudian bermaksud untuk mengklarifikasi. Dia bersama temannya mendatangi kediaman HP yang berada di kawasan Ruko Grand City, yang juga dijadikan lokasi latihan.
Sampai di sana, Dilla dipisahkan dari rekannya dan dibawa masuk ke dalam rumah. Saat itulah diduga terjadi aksi penganiayaan hingga Dilla babak belur dan mengalami pendarahan di area wajah dan hidung.
“Klien saya beritikad baik untuk meluruskan. Tapi justru disekap, dikunci dalam rumah dan dianiaya dengan cara dipukul, ditendang sampai mengalami pendarahan di area wajah dan hidung,” tutur pengacara korban, Sapto Hadi Pamungkas.
Korban sudah dilakukan visum. Secara medis informasi awal memang ditemukan memar pada bawah mata kiri dan pendarahan sekitar hidung dan mulut serta bagian tubuh yang lain.
Sapto menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan proses hukum hingga ke meja hijau. Karena peristiwa seperti ini bukan yang pertama dialami korban.
“Sempat mendapat ancaman juga, sampai pada akhirnya korban berhenti menjadi murid HP karena banyak mendapat tekanan fisik maupun psikis,” aku Sapto.
Ketua Musashi Camp Balikpapan Evi Maryono sangat menyayangkan peristiwa tersebut. Yang mana seharusnya diselesaikan secara musyawarah dan kekeluargaan. Terlebih Dilla merupakan atlet junior yang seharusnya dibina oleh senior.
“Apalagi Dilla dari junior menjadi atlet kami dengan memiliki segudang prestasi. Sebagai Binpres seharusnya membina atlet di Balikpapan, bukan malah melakukan penganiayaan,” sesalnya.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published.