background img

POLISI GADUNGAN DIRINGKUS, TERLIBAT KASUS PENCURIAN

3 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Anggota Ditsabhara Polda Kaltim meringkus polisi gadungan bernama Rieky Jamhari, Rabu, 18 Mei 2022. Pemuda 20 tahun ini memiliki seragam Polri lengkap dengan pangkat Inspektur Polisi Dua (Ipda).
Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yusuf Sutejo menjelaskan, penangkapan pelaku bermula saat dia mendatangi Mako Ditsabhara Polda Kaltim di Jalan Jenderal Sudirman, Balikpapan Kota, sekira pukul 18.00 Wita.
Kedatangan oknum yang beralamat di Jalan Sulawesi, Karang Rejo, Balikpapan Tengah itu untuk mencari keberadaan rekannya Briptu Maulidin Said. “Sepengetahuan dia, rekannya itu bertugas di Ditsabhara Polda Kaltim,” kata Yusuf, Kamis (19/5).
Yusuf melanjutkan, setelah tiba di kawasan pantai Kemala Bhangkara (belakang Mako Ditsabhara), pelaku dengan sengaja meminjam korek kepada anggota yang sedang piket.
Saat mengembalikan korek tersebut, dia membuka jaketnya yang menutupi pakaian dinas kepolisian berpangkat Ipda, dengan identitas REI di kesatuan Reskrim Polda Kaltim.
“Melihat itu anggota Ditsabhara bertanya kepada pelaku, letting berapa mas? Dan dijawab letting 52. Kemudian ditanya lagi, ada keperluan apa? Dijawabnya mencari informasi keberadaan Briptu Maulidin Said,” ujar Yusuf.
Anggota Ditsabhara yang merasa curiga dengan jawaban pelaku melakukan klarifikasi kepada Ipda Yoga Fattur Rahman, salah satu Akpol letting 52. Hasilnya diketahui jika tidak ada angkatan yang bernama Rei.
“Selanjutnya pelaku meninggalkan Mako Ditsabhara menuju area RS Pertamina Balikpapan. Diikuti oleh anggota Ditsabhara dan dibawa ke penjagaan Ditsamapta Polda Kaltim. Setelah diamankan, yang bersangkutan mengakui bahwa dia bukanlah anggota Polri,” ungkap Yusuf.
Pelaku kemudian diserahkan ke Jatanras Polda Kaltim. Saat diinterogasi, pelaku mengaku jika selain menjadi Polisi gadungan, juga melakukan tindak pidana pencurian di salah apartemen di Kota Balikpapan. Tepatnya pada 25 Februari 2022 lalu.
Barang yang diambil berupa logam mulia 20 gram dijual di toko emas Ramayana Rapak seharga Rp 18 juta, dua logam mulia 10 gram dijual di toko emas Klandasan seharga Rp 16 juta, logam mulia 10 gram dijual di Jogja, logam mulia dua gram digadaikan di Pegadaian Gunung Sari, dan jam tangan merk Gues.
“Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sekitar Rp 80 juta. Antara pelaku dan korban sudah lama saling kenal. Sehingga korban sering meninggalkan kunci akses apartemen, dan pelaku bebas keluar masuk apartemen. Saat korban bepergian, pelaku melancarkan aksinya,” ucap Yusuf.
Kini pelaku mendekam di balik jeruji besi Mapolda Kaltim untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kepolisian juga terus melakukan pengembangan. Temasuk barang bukti yang telah dijual di berbagai toko emas dan pegadaian.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published.