background img

POLISI DALAMI AKSI BRUTAL BACOK MANTAN ISTRI DAN ANAK

7 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Aksi S yang nekat membacok mantan istrinya AS (49) dan AB (19) berubah penyesalan yang mendalam. Pria berusia 47 tahun itu kini harus mendekam di balik jeruji besi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Ia diringkus oleh jajaran Polresta Balikpapan usai melancarkan aksinya, Kamis malam (13/1). Polisi menangkapnya tak jauh dari lokasi kejadian di kawasan kawasan Bukit Cinta, Balikpapan Selatan.
Kasat Reskrim Polresta Balikpapan Kompol Rengga Puspo Saputro membenarkan penangkapan tersebut. Ia mengatakan pelaku S ditangkap tanpa perlawanan.
“Iya, pelaku sudah ditangkap tadi malam setelah kejadian. Ditangkap tanpa perlawanan tak jauh dari lokasi kejadian,” kata Rengga saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (14/1).
Mesi demikian, Rengga belum memberikan keterangan secara rinci perihal motif di balik aksi brutal tersebut. Saat ini pihaknya masih terus melakukan pendalaman. “Masih kami dalami, nanti hari Senin kita rilis,” ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, aksi tak manusiawi yang dilakukan S bermula saat ia mendatangi rumah korban. Saat itu S masuk ke dalam rumah dan membacok AB depan pintu kamar.
Mendengar keributan, mantan istrinya AS ke luar dari kamarnya. Kehadiran AS langsung disambut S dengan senjata tajam yang ia genggam.
Akibat kejadian ini, AB menderita luka bacok di bagian punggung. Sementara AS menderia luka bacok di punggung, bahu, tangan dan kepala serta perut bagian samping. Keduanya pun langsung dilarikan ke RSUD Beriman untuk mendapat penanganan medis.
Kevin, salah satu rekan korban menuturkan, motif dari aksi nekat S kemungkinan lantaran cemburu dan tak terima dicerai. Bahkan, sebelum melakukan pembacokan S kerap mengancam AS yang merupakan driver ojek daring.
“Saat korban ini mengantar orderan sering diancam mau dibunuh. Itu di jalanan kejadiannya,” ucap Kevin kepada wartawan.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published.