background img

POLISI CURIGAI SESEORANG

2 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Maritza Adiba Zahra, bocah yang hilang sepekan lalu dari halaman rumahnya di Jalan Baitul Makmur, Gang Anthorium II, RT 30, Kelurahan Manggar, Balikpapan Timur (Baltim), memang telah ditemukan, Selasa (6/7) pagi pukul 05.00 Wita.

Bocah perempuan berusia lima tahun itu ditemukan oleh warga Perumahan Prona Indah Satu, RT 67, Sepinggan, Balikpapan Selatan (Balsel) yang hendak melaksanakan salat subuh di musala Al Barokah.

Mereka mendapati bocah yang akrab disapa Zahra itu tengah tertidur pulas tanpa alas di teras musala. Baju hitam lengan merah dan celana biru, warna pakaian yang dikenakan Zahra.

Temuan itu kemudian dilaporkan ke orang tua Zahra. Selanjutnya diteruskan ke aparat kepolisian yang selama satu pekan ini juga berusaha mencari keberadaan Zahra.

Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Balikpapan yang mendapat informasi itu langsung bergegas ke lokasi. Setelahnya membawa Zahra serta keluarga ke Unit PPA Polresta Balikpapan untuk diperiksa dan mendapatkan konseling.

“Tadi kami sudah periksa dan juga melakukan konseling ke psikolog anak. Untuk sementara masih dalam penyelidikan dan juga masih mendalami,” kata Kepala Unit PPA Polresta Balikpapan IPDA Iskandar saat ditemui di kantornya.
Perihal hasil konselingnya, Iskandar masih belum memberikan penjelasan secara detail. Ia menegaskan jika Zahra masih akan diobservasi. Polisi juga telah melakukan visum.

“Untuk hasil konselingnya sementara anak ini mau diobservasi lagi. Kita juga sudah visum, untuk hasilnya nanti disampaikan kepada rekan-rekan media,” ungkapnya.

Selain pemeriksaan terhadap Zahra, polisi juga telah melakukan pemeriksaan di lokasi penemuan. Termasuk mengumpulkan remakan CCTV di sekitar musala.

Hal itu guna mengungkap siapa yang telah membawa Zahra sampai ke musala itu. Jika dilihat dari rekaman CCTV yang beredar, terlihat bahwa Zahra diantar oleh seorang pria berjaket ojek online.
Motor yang digunakan pria misterius tersebut berbeda dengan motor saat seorang pria membawa Zahra dari halaman rumahnya pada 29 Juni 2021 lalu.

Di rekaman CCTV itu, waktu menunjukan pukul 2.32 Wita dini hari. Zahra terlihat diturunkan dari motor oleh pria tersebut. Selanjutnya dibawa menjauh dari motor.

Dua menit berselang, pria itu kembali ke motornya tanpa Zahra. Suara tangisan Zahra terdengar jelas di video rekaman CCTV itu.

“Memang didengar suara teriakan anak ini oleh tetangga musala. Teriak-teriak seperti dipaksa gitu, tapi warga itu tidak terlalu memperhatikan,” sebut Iskandar.
Polisi sejauh ini juga telah memeriksa sedikitnya tiga orang saksi. Mulai dari warga yang pertama kali menemukan Zahra, Ketua RT setempat, dan tetangga sekitar musala. “Kita sudah mintai keterangan mereka,” ucapnya.

Meski belum menemui titik terang siapa pelaku di balik hilangnya Zahra selama satu pekan ini, namun polisi rupanya telah mencurigai seseorang. Hanya tim kepolisian masih mencari bukti tambahan untuk penguatan.

“Sudah ada yang kita curigai, tapi anggota di lapangan masih mencari bukti lagi. Rumahnya tak jauh dari TKP. Rumah kayu. Dia berdua saja di rumah pelaku, anggota juga masih di sana,” tuturnya.

Dari keterangan korban, lanjut Iskandar, ia tidak mengenali sosok pelaku tersebut. Artinya kecurigaan terhadap ayahnya yang telah berpisah dengan ibu Zahra satu tahun lalu terbantahkan.
“Kami sebelumnya sempat mengarah ke sana (mencurigai ayah korban), tapi setelah dimintai keterangan ternyata hasil konselingnya jauh dari orang tua korban,” tandas Iskandar.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *