background img

PETUGAS PEMAKAMAN COVID KIAN KEWALAHAN

3 weeks ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Fajar Sulaiman, 39 tahun, baru saja bangun dari tidurnya ketika sejumlah pesan singkat WhatsApp masuk ke telepon genggam miliknya, Senin (12/7) pagi.

Ketua tim pemakaman pasien Covid-19 Kota Balikpapan itu segera mengecek isi semua pesan tersebut. Laporan jumlah jenazah yang harus segera dimakamkan dengan prosedur Covid-19 mendominasi isi pesan.

Fajar kaget bukan kepalang, jumlah yang dilaporkan sebanyak 26 jenazah. Tentu jumlah yang tidak sedikit, terlebih hari baru akan menjelang waktu siang.

“Ia mas, pagi itu pas cek handphone sudah ada banyak jenazah yang harus dimakamkan. Hingga siang ini sudah 26 jenazah yang dilaporkan,” kata Fajar lewat sambungan seluler.

Dari jumlah tersebut, baru sebagian yang sudah dikebumikan. Sebagian lagi masih dalam antrean. “Yang sudah baru 14 jenazah ini,” ujarnya.

Fajar mengaku dalam beberapa pekan terakhir jumlah jenazah yang dimakamkan sesuai dengan prosedur Covid-19 memang meningkat cukup signifikan di Balikpapan.

Setiap harinya di atas sepuluh jenazah, bahkan sempat menyentuh angka 28. Hal itu membuat petugas pemakaman kewalahan. Mereka harus berpacu dengan waktu, tak jarang petugaspun harus lembur hingga dini hari.

“Kita pernah bahkan sering sampai subuh. Istirahat itu paling beberapa jam saja, karena pukul 08.00 Wita itu kita turun kerja lagi. Sudah pasti ini membuat teman-teman kewalahan dan juga kelelahan,” akunya.

Meski demikian, timnya tetap terus bekerja dengan penuh rasa tanggung jawab. Sebab sudah menjadi tugas negara. Ibarat perang melawan Covid-19, harus ada yang dikorbankan.

Untuk menyiasati kelelahan itu, tim pemakaman pun bekerja secara bergantian dalam melakukan proses pemakaman.

“Kita gantian aja. Di sini ada 18 orang, terbagi dalam tiga tim. Setiap tim enam orang, ada yang angkat, dan juga gali lubang. Supaya enggak terlalu lelah kita gantian,” ucapnya.

Pekerjaan mereka kini sedikit terbantu dengan adanya satu unit excavator kecil yang digunakan untuk menggali lubang. “Sudah ada excavator kecil hari ini, karena sudah kewalahan. Sebelumnya gali manual,” tandasnya.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *