background img

PERMINTAAN PETI MATI NAIK

3 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Permintaan peti mati di Kota Minyak -sebutan Balikpapan- mengalami peningkatan cukup signifikan menyusul lonjakan kasus Covid-19 yang kian mengkhawatirkan.

Di Yayasan Kasimo, kawasan Strat II, Balikpapan Utara (Balut) misalnya. Belakangan permintaan meningkat. Yayasan itu yang dipercayakan oleh Satgas Covid-19 Balikpapan membuat peti jenazah khusus Covid.

“Dua Minggu ini mulai banyak pesanan. Hari ini saja lima. Kemudian dua hari lalu sampai 12 peti yang dipesan, karena segitu yang meninggal,” kata Andre, Ketua Yayasan Kasimo saat ditemui awak media, Kamis (1/7).
Kondisi ini berbanding terbalik dengan beberapa waktu sebelumnya. Para pekerja bahkan sempat tak ada aktivitas lantaran minimnya pesanan.

“Sebelumnya kita nyetok sampai 50 peti, sehingga tukangnya pada pulang semua. Enggak ada pesanan lagi. Tapi belakangan banyak pesanan, jadi balik lagi tukangnya,” ujar Andre.

Perihal harga, lanjut Andre, satu peti jenazah Covid-19 mencapai Rp 1,7 juta ukuran panjang 205 centimeter dan lebar 67 centimeter.

Sementara untuk ukuran anak-anak dan balita dengan panjang 120 centimeter dan lebar 50 centimeter dijual dengan harga Rp 1,3 juta per peti. Harga tersebut ditetapkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Kalau dibilang untung ya ada cuma enggak besar. Meski demikian kami tetap melayani pembuatan hampir di seluruh rumah sakit, yang penting jangan telat bayarnya,” ucapnya.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *