background img

PERJALANAN LUAR DAERAH DIBATASI

3 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan membatasi kegiatan perjalanan luar daerah bagi pegawai negeri sipil.
Hal ini dilakukan terkait lonjakan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Balikpapan yang meningkat tajam dalam sepekan terakhir.
“Kalau tidak penting sekali untuk berangkat ke luar kota kalau bisa ditahan dulu,” kata Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud selaku Ketua Satgas Covid-19 Kota Balikpapan dalam Rapat Koordinasi Pembahasan Pencegahan Dan Pengendalian Kasus Cluster Covid-19 di Lingkungan Pekerja Perusahaan di Kota Balikpapan yang berlangsung di Kantor Wali Kota Balikpapan, Selasa (15/2).
Menurut Rahmad, pembatasan perjalanan luar daerah ini juga berlaku bagi pekerja perusahaan.
Kebijakan ini dilakukan untuk menindaklanjuti arahan dari pemerintah pusat, yang meminta pemerintah daerah lebih optimal dalam melakukan upaya pencegahan penyebaran Covid-19.
Hal ini juga dilakukan untuk menghilangkan kesan, yang ada di media sosial, di antaranya kesan ketika menjelang bulan suci Ramadan terjadi peningkatan data kasus Covid-19.
Padahal anggapan itu salah karena saat ini bulan Ramadan masih akan terjadi 2 bulan ke depan. Sehingga diharapkan status PPKM di Kota Balikpapan dapat kembali ke level 1, sebelum perayaan Idul Fitri nanti.
“Mari kita bantu pemerintah. Karena dari instruksi pemerintah mulai bulan ini, sampai di bulan depan kita tekan jumlah penyebaran Covid-19 sehingga di Idul Fitri nanti, bisa melaksanakan kegiatan-kegiatan minimal sudah berada di PPKM level 1. Itu adalah harapan kita dan ikhtiar kita,” ujarnya.
Ia menyampaikan kepada masing-masing perusahaan agar lebih disiplin menyampaikan kepada karyawannya, agar tidak melakukan perjalanan luar daerah apabila tidak ada kepentingan yang mendesak.
Namun apabila harus melakukan perjalanan luar daerah, diharapkan kepada karyawan yang bersangkutan
melakukan isolasi minimal tiga hari. Kemudian dilakukan pemeriksaan kesehatan, yang akan dilampirkan ketika akan kembali bekerja.
“Saya akan meminta pertanggungjawaban dari perusahaan karena memang kasus yang timbul di Kota Balikpapan dari awal hingga saat ini banyak nih banyak berasal dari perusahaan-perusahaan. Terutama dari perusahaan migas. Utamanya dari Pertamina group di antaranya PHKT PHM, RDMP apa lagi,” pungkasnya.
(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published.