background img

PERAYAAN HUT BALIKPAPAN TERAKHIR BAGI RIZAL

4 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Balikpapan ke-124 di halaman Kantor Wali Kota Balikpapan, Rabu (10/2) digelar dengan sederhana. Tidak ada keramaian dan perayaan yang meriah seperti tahun-tahun sebelumnya.

Hal itu dikarenakan masih berada dalam situasi pandemi virus Corona atau Covid-19. Sehingga ada berbagai protokol kesehatan yang harus diterapkan, seperti mengurangi kerumunan.

HUT Balikpapan tahun ini juga merupakan yang terakhir dalam kepemimpinan Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi. Setelah dua periode menjadi orang nomor satu di lingkungan Pemkot Balikpapan. Ditambah satu periode menjadi wakil.

Meski menjadi yang terakhir, Rizal mengaku tetap bahagia karena bisa merayakan HUT Kota di tengah situasi yang tidak wajar.

Di mana kasus Covid-19 di Kota Balikpapan masih cukup tinggi. Bahkan, jumlah kasus tertinggi se-Kaltim.

“Ya, bahagialah. Ini bisa terakhir jadi Wali Kota di HUT kota walau suasananya masih pandemi Covid-19,” kata Rizal ditemui wartawan usai upacara.

Rizal pun tidak menampik jika pada kepemimpinannya di periode kedua ini masih banyak pekerjaan rumah atau PR yang belum terselesaikan.

Sehingga diharapkan bisa terselesaikan oleh Wali Kota yang baru sebagai penggantinya.

“Memang tidak gampang melaksanakan pekerjaan rumah karena semua lagi fokus pada penanganan Covid-19. Ada yang berhasil, ada yang tidak dan ada yang setengah berhasil. Tidak ada pemimpin yang sempurna. Itu sangat alamiah,” ujarnya.

Dia pun menyayangkan beberapa proyek strategis tak dapat dilaksanakan. Salah satunya coastal road yang digadang-gadang mengubah wajah Balikpapan. Karena kawasan perkotaan dipindahkan ke pinggir pantai.

Begitu pula dengan tertundanya pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru yang diperkirakan menelan investasi sebesar Rp 500 triliun. Bisa meningkatkan perekonomian dan mengubah Balikpapan untuk lima tahun ke depan.

“Tapi karena Covid-19, ya situasinya jadi seperti ini. Jangankan membangun, mengatasi Covid-19 saja sudah sangat berat,” ungkapnya.

Di akhir wawancara, awak media menanyakan perihal rencana Rizal ke depannya. Termasuk soal maju di Kaltim satu pada 2024 mendatang.

Ia pun menyebut jika dirinya mengikuti filosofi seperti air mengalir. Rizal mengilustrasikan, Joe Biden di usia 78 tahun masih bisa menjadi presiden AS.

“Kita lihat saja. Kalau tidak bisa menjadi pemimpin yang ada, ya pemimpin keluarga dan pemimpin cucu. Itu sudah luar biasa, dan kalau memang sudah harus waktunya pensiun, asyik dengan cucu dengan anak,” ucapnya.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *