background img

PENYERTAAN MODAL PDAM JADI TEMUAN BPK

1 month ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan adanya perbedaan perhitungan jumlah penyertaan modal yang sudah direalisasikan dalam Perusahaan Umum Daerah Tirta Manuntung atau PDAM Kota Balikpapan.

Hal ini terungkap dalam rapat dengar pendapat (RDP) yang dilaksanakan oleh Komisi III DPRD Kota Balikpapan bersama Inspektorat Daerah dan PDAM Kota Balikpapan, Selasa (10/8).

“Kemarin sebenarnya tidak tersinggung ya masalah PDAM, tapi teman-teman mengusulkan agar ada PDAM juga. Ternyata berdasarkan tadi hasil pertemuan ada informasi dari BPK, ada temuan juga. Makanya tadi kita panggil untuk ikut RDP,” kata Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan Amin Hidayat kepada wartawan.

Berdasarkan hasil rapat tersebut, lanjut Amin, ditemukan adanya perbedaan dan jumlah yang besaran dana penyertaan modal dilaporkan antara Inspektorat Daerah dengan PDAM.

Dari laporan yang disampaikan oleh Inspektorat bahwa besaran dana penyertaan modal yang sudah direalisasikan baru mencapai Rp 72 miliar.

Sedangkan dari laporan yang disampaikan oleh PDAM, dana penyertaan modal yang sudah direalisasikan mencapai Rp 74 miliar. Sehingga ada perbedaan jumlah laporan yang disampaikan.

“Jadi tadi yang disampaikan oleh Inspektorat itu ada Rp 72 miliar penyertaan modal yang sudah dimasukkan oleh pemerintah kota Balikpapan kepada PDAM. Sedangkan yang disampaikan terkait total dana penyertaan modal yang sudah direalisasikan tercatat mencapai Rp 74 miliar,” terangnya.

Namun setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, hal ini hanya dikarenakan kurangnya koordinasi antara Inspektorat Daerah dengan PDAM.

“Setelah kita telusuri ternyata ada perbedaan koordinasi antara di internal Inspektorat dengan PDAM. Jadi tadi kita sudah tarik benang merah dan kita lihat bagaimana kurangnya koordinasi Inspektorat dengan PDAM,” ungkapnya.

Dari sini, ia menambahkan bahwa pihaknya memberikan masukan agar peran koordinasi Inspektorat ini harus ditingkatkan lagi dengan OPD lainnya, supaya hal yang terjadi seperti ini tidak terulang lagi di kemudian hari.

“Hal yang terjadi adalah hanya laporan antara yang disampaikan Inspektorat dengan PDAM itu yang tidak sinkron,” tambahnya.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *