background img

PENTINGNYA REHABILITASI BAGI PENYINTAS COVID-19

4 weeks ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Meski telah sembuh dari Covid-19 setelah menjalani swab PCR (polymerase chain reaction) yang hasilnya negatif, serta telah melakukan isolasi dengan perawatan dari rumah sakit atau isolasi mandiri.

Bagi penyintas Covid-19, biasanya masih ada gangguan atau gejala sisa yang dialami seperti batuk, sesak nafas dan mudah lelah. Sehingga diperlukan proses rehabilitasi bagi penyintas agar bisa beraktivitas seperti sebelumnya.
“Jadi memang seperti yang kita ketahui dalam kurun waktu 2 tahun ini, kita sudah hidup berdampingan dengan pandemi Covid-19. Dan untuk saat ini, yang sering saya temukan adalah pasien-pasien dengan gejala sisanya dari sakit yang sebelumnya misalnya seperti cepat capek, susah konsentrasi.

Makanya rehabilitasi medik untuk penyintas Covid-19 ini,” kata dr. Adisti Anjarwadi, Sp.KFR dari RSUD Beriman Balikpapan dalam program Talkshow di Radio KPFM Balikpapan, Selasa (2/11).

Menurutnya, memang sebagian masyarakat itu hanya mengetahui bahwa Covid-19 itu lebih banyak menyerang pada paru-paru, tapi sebenarnya menyerang sistem tubuh mulai dari otak, jantung dan ginjal. Sehingga banyak dari penyintas yang mengeluhkan tidak pernah punya riwayat darah tinggi, tiba-tiba punya tekanan darah tinggi atau juga ada orang yang tiba-tiba terindikasi diabetes.

“Semuanya itu biasanya terserang. Cuma kan tidak kelihatan. Misalnya ada yang mengeluhkan bahwa dia sering berolahraga di Lapangan Merdeka baru satu putaran saja sudah capek, padahal sebelum Covid-19 biasanya sampai tiga putaran tidak masalah. Sebenarnya itu adalah hal-hal yang tersisa dari Covid-19 tadi,” terangnya.

Dalam melakukan penanganan terhadap pasien Covid-19, seharusnya tidak hanya fokus pada saat dirawat saja atau juga saat isoman, tapi yang sering dilupakan adalah Covid-19 ini masih ada gejala sisanya. Kadang muncul tanpa kita sadari.

Dan memang gejala pasca Covid-19 ini tidak selalu gejala berat, kadang sangat minim sekali seperti tidak enak di tenggorokan saja. Jadi tidak tergantung level ketika terinfeksi Covid-19.

Untuk mengatasi gejala pasca Covid-19 ini, latihan yang paling utama adalah latihan pernafasan, karena memang paling banyak Covid-19 ini menyerang sistem pernafasan seperti gejala batuk pilek, supaya oksigenasi lebih banyak masuk.

Jadi, untuk melakukan latihan pernafasan itu cukup sederhana. Yang pertama adalah dengan menarik nafas dari lubang hidung, kemudian menghembuskannya melalui mulut. Biasanya untuk awal-awal itu kita hanya menahan napas itu untuk 2 hitungan nanti bertahap hingga 6 hitungan.

“Latihan ini memang kesannya sederhana ya, tapi memang ketika sedang kesulitan itu memang luar biasa. Memang bagusnya latihan ini bisa dilakukan setiap saat,” ungkapnya.

Kemudian untuk melakukan rehabilitasi pasca Covid-19 ini, yang kedua yang terpenting adalah melakukan latihan otot. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kembali kinerja otot pasca melakukan isoman ketika terinfeksi terpapar Covid 19, untuk mengembalikan aktivitas seperti sebelumnya, tanpa ada kesulitan seperti misalnya hobi jogging biasanya 3 putaran lari di lapangan merdeka ini baru sekali sudah capek.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *