background img

PENTINGNYA PERAN MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI HIJAU

2 weeks ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Perubahan iklim ekstrem, pemanasan global, seringnya terjadi bencana alam, telah menyadarkan manusia tentang perlunya menjaga lingkungan. Ekonomi hijau menjadi alternatif untuk mengembalikan kerusakan lingkungan agar generasi saat ini bisa mewariskan lingkungan yang sehat untuk generasi mendatang.

Program ini merupakan sistem ekonomi yang mengutamakan pembangunan berkelanjutan dan keseimbangan lingkungan.

Untuk kebijakan ini diperlukan dukungan dari semua stakeholder, bukan hanya dari pemerintah namun juga dari kelompok masyarakat.

“Kegiatan hari ini untuk meningkatkan public awareness, untuk membuka ruang dialog dengan masyarakat terkait apa saja inisiatif-inisiatif praktik ekonomi hijau yang telah dikembangkan dan bisa membantu untuk pembangunan berkelanjutan,” kata Athiqah Nur Alami, Kepala Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ketika diwawancarai wartawan di Hotel Novotel Balikpapan, Rabu (23/11).

Ia berharap, melalui program desimilasi ini ada dialog yang produktif dan konstruktif antara berbagai pihak yang melakukan penelitian, juga ada masukan dari berbagai pihak, lalu dari stakeholder setempat yang akan memperkuat kertas kerja yang akan kita susun.

“Memang selama ini dilihat belum sejalan karena ekonomi hijau masih berorientasi pada sektor ekonomi.

Sementara kita tahu kondisi sosial demografi di tingkat masyarakat mengenai angka kelahiran dan penduduk yang hidup di daerah kumuh belum terjamah, belum ada koneksinya atau kaitannya untuk membangun ekonomi yang berbasis masyarakat,” ucapnya.

Sehingga penting dikembangkan menjadi inisiatif oleh masyarakat agar bisa diterjemahkan supaya lebih implementatif oleh pemerintah. Karena agenda pengurangan emisi itu bukan hanya tanggung jawab dari pemerintah tapi juga melibatkan masyarakat setempat.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur Sri Wahyuni menyampaikan kegiatan ini tentunya sangat bermanfaat dan akan menjadi masukan bagi pemerintah yang sedang yang sedang merencanakan pembangunan daerah untuk tahun 2024-2025.

“Bahwa program ekonomi hijau itu harus menjadi bagian dari proses pembangunan daerah. Dan hasil-hasil diseminasi pada kajian hari ini akan menjadi bentuk ruang dialog tapi juga akan menjadi penajaman bahwa masyarakat juga harus terlibat penyusunan kebijakan yang berbasis pada ekonomi hijau,” terangnya.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published.