background img

PENTINGNYA PERAN KELUARGA DALAM PENDIDIKAN

4 weeks ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Pendidikan karakter tidak akan berjalan dengan baik jika mengabaikan salah satu institusi, terutama keluarga.

Pendidikan informal dalam keluarga mempunyai peranan penting dalam proses pembentukan karakter seseorang.
Hal itu disebabkan, keluarga merupakan lingkungan tumbuh dan berkembangnya anak sejak usia dini hingga menjadi dewasa. Melalui pendidikan dalam keluargalah karakter seorang anak terbentuk.

“Kaidahnya dalam pendidikan, 60 hingga 80 persen itu adalah tanggung jawab orang tua dan diselenggarakan di dalam rumah. Namun kenyataan hari ini orang tua hanya bisa memberikan peran kurang dari 20 persen efeknya apabila pendidikan itu diserahkan kepada sekolah,” kata ustadz Khusnul Afif dalam program Sajadah Jumat yang dipersembahkan oleh Dompet Dhuafa Kaltim di Radio KPFM Balikpapan, Jumat (5/11).

Menurutnya, mendidik anak itu tidak hanya diberikan materi atau konsep, juga metodologi. Tapi mendidik anak harus menyeluruh. Jika pendidikan ini dikerjakan dengan baik dan benar maka anak-anak kita akan tumbuh menjadi manusia sesungguhnya, yaitu yang disebut dengan insanul kamil atau manusia yang sempurna.

“Banyak manusia wujudnya manusia tapi hidupnya seperti robot, banyak manusia secara wujudnya tapi jiwanya seperti binatang dan lebih parah lagi ada manusia yang wujudnya adalah seperti manusia tapi tingkah lakunya perilakunya seperti setan, itu semuanya dikarenakan kerusakan proses pendidikan yang diajarkan dan pendidikan yang sesungguhnya itu adalah pendidikan yang dimulai dari keluarga, dimulai dari mendidik calon ibu mendidik, calon bapak. Jika semua itu dimulai dari rumah dimulai dari pendidikan yang paling mendasar maka yang terjadi pendidikan itu akan berjalan dengan sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Hal ini menunjukkan bahwa pembentukan karakter anak dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu yang pertama adalah faktor bawaan atau disebut dengan faktor nature, dan yang kedua adalah faktor lingkungan atau faktor majer.

Konsep pendidikan, menurut Ibnul Qayyim al-jauziyyah, bahwa pendidikan diawali dari yang pertama adalah menentukan jodoh, kemudian proses menikah, masa kehamilan atau prenatal dan masa kelahiran postnatal.

Jadi tidak semudah kalau kita berbicara pendidikan kemudian itu semata-mata diserahkan atau dibebankan kepada sekolah, tetapi sesungguhnya pendidikan yang paling awal adalah ada di rumah.

“Kebanyakan pendidikan yang ada di negeri kita ini jauh dari akar rumputnya, sementara Allah SWT sebagai pemilik alam semesta ini mengajarkan kepada kita mengajar anak itu harusnya seperti apa. Maka dalam kitab tersebut beliau menyampaikan bahwa pendidikan anak adalah tidak hanya memperhatikan akal pikiran anak saja, melainkan memperhatikan seluruh unsur atau potensi yang ada dalam tubuh si anak. Berbeda dengan konsep pendidikan nasional kita yang sebagian besar memiliki konsep yang tertuang dalam kurikulum 2013 bahwa anak-anak hanya diukur dari kecerdasan atau IQ, sehingga yang dimiliki oleh anak-anak itu adalah hanya cerdas berpikir, potensi yang lainnya tidak memiliki kecerdasan seperti spiritualnya, potensi sosial, emosinya kemudian potensi psikomotoriknya atau fisiknya hampir-hampir tidak tersentuh. Yang akhirnya mendidik manusia seperti robot,” tuturnya.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *