background img

PENIPUAN BERKEDOK INVESTASI MASIH MENGHANTUI

3 weeks ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Aksi penipuan berkedok investasi masih saja terjadi dan memakan korban. Buktinya, pada tahun 2022 ini Polda Kaltim telah menerima sedikitnya 16 laporan yang terkait dengan investasi bodong.

Dari belasan laporan tersebut, ada yang ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kaltim. Sebagian lagi ditangani oleh Polres dan Polresta di Wilayah Kaltim.

“Sejauh ini ada yang sudah masuk tahap penyelidikan maupun penyidikan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kaltim Kombes Pol Indra Lutrianto Amstono, Kamis (28/7) sore.

Media sosial, lanjut Indra, jadi salah satu senjata para oknum tertentu untuk menjaring korban. Biasanya, mereka akan menggunakan akun palsu untuk memberikan penawaran dan mengelabui korban maupun petugas kepolisian.

Kasus yang berhasil diungkap tahun 2021 lalu misalnya, yakni beezy investasi. DM (24) menjadi otak di balik penipuan tersebut. Mahasiswi itu hanya bermodal laptop dan handphone dari rumah. Mengumpulkan korbannya dalam grup whatsapp.

“Dari situ dia menghimpun dana. Bayangkan saja dana investor yang berputar mencapai Rp 63 miliar. Korbannya berasal dari Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan,” ungkapnya.
Indra berpesan agar masyarakat cerdas dalam memilih instrumen investasi dan tak mudah terperdaya, dengan iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat.

“Kami minta masyarakat untuk cerdas dalam berinvestasi, agar tidak mudah tertipu oleh bujuk rayu oknum-oknum ini,” imbuhnya.

Dia juga meminta kerjasama masyarakat, baik mereka yang jadi korban atau mengetahui untuk tidak segan melapor kepada aparat kepolisian. Sehingga bisa segera ditindak.

“Polda juga menyediakan layanan bekerjasama dengan satgas waspada investasi untuk mengetahui apakah investasi itu legal atau ilegal,” ucapnya.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published.