background img

PENCURI BATU BARA MANFAATKAN PERAIRAN SEPI

1 month ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Pencurian batu bara di atas kapal tongkang masih marak terjadi di aliran Sungai Mahakam, Kalimantan Timur (Kaltim). Walau berulang kali ditindak pihak berwajib, namun para pelaku tak kunjung surut.

Aktivitas ilegal itu belum lama ini berhasil diungkap oleh jajaran Direktorat Polisi Air dan Udara (Dit Polairud) Polda Kaltim. Lokasi kejadiannya di Muara Pegah, Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Sebanyak dua orang pelaku diamankan aparat dalam kasus itu, beserta barang bukti 14 ton emas hitam hasil curian dan dua buah kapal kelotok yang digunakan pelaku untuk mengangkut.
“Pencurian batu bara ini memang marak terjadi di aliran Sungai Mahakam, karena di sana sangat padat alur muatan batu bara dari hulu menuju hilir, yakni dari Muara Pegah menuju Balikpapan,” kata Direktur Polairud Polda Kaltim Kombes Pol Tatar Nugroho, Jumat (13/8) lalu.
Dalam melancarakan aksinya, lanjut Tatar, para pelaku memanfaatkan situasi perairan yang sepi. Terutama di wilayah Muara Pegah, tak ada rumah penduduk di kiri dan kanan aliran sungai. Selain itu, polisi juga kesulitan melakukan patroli di sana.
“Kapal patroli kita kesulitan. Selain karena ombaknya besar, juga angin selatan. Kapal-kapal kita ini juga kecil, beberapa kali ada kejadian tongkang tenggelam di sana. Jadi pelaku memanfaatkan situasi itu,” ungkap Tatar.
Untuk modus operandinya, kapal keletok yang digunakan pelaku ditempelkan pada tongkang. Kemudian pelaku naik ke atas dan memindakan batu bara ke kelotok dengan sekop. “Pakai sekop aja mereka ini. Makanya setiap pengungkapan kasus, barang bukti sekop juga diamankan,” sebutnya.
Menyikapi maraknya kasus pencurian batu bara ini, jajaran Dit Polairud Polda Kaltim telah melakukan sejumlah upaya pencegahan sejak awal tahun 2021 lalu.
Salah satunya dengan mendirikan posko di wilayah Muara Anggana. Dalam waktu-waktu tertentu personel kepolisian di lapangan juga melakukan patroli keliling. “Dulunya pos Anggana ini hanya sebagai tempat pangkalan saja, sekarang jadi pos,” tuturnya.
Selain itu, pihaknya juga menempatkan satu unit kapal patroli besar di Muara Kembang. Kawasan ini termasuk cukup rawan karena dekat dengan muara.
“Dekat muara, keluar sedikit sudah ke laut. Sehingga di situ dulunya memang sangat jarang ada kapal patroli,” ucap Tatar.
Upaya yang dilakukan tersebut dinilai cukup berhasil mencegah terjadinya aksi pencurian batu bara yang di atas kapal tongkang. Hal itu dilihat dari laporan polisi (LP) yang masuk.
“Tahun 2021 ini hanya dua LP. Kalau tahun-tahun sebelumnya sampai puluhan, dan kita proses semua,” pungkas Tatar.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *