background img

PENAMBAHAN BED TERKENDALA SDM

3 weeks ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Kasus Covid-19 di Balikpapan terus meningkat tajam. Minggu (4/7) kemarin saja, bertambah sebanyak 197 kasus positif baru.

Akibatnya, ketersediaan tempat tidur atau bed pasien Covid-19 di rumah sakit rujukan kian menipis. Demikian juga untuk bed di ruang ICU, tak ada yang tersisa.

Penambahan tempat tidur perawatan tentu sangat diperlukan untuk menyikapi situasi ini. Namun, hal itu rupanya tidak mudah karena terkendala Sumber Daya Manusia (SDM).

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan Andi Sri Juliarty. Dikatakan, penambahan bed tidaklah mudah. Segala aspek harus diperhatikan.

Ia mencontohkan di RSUD Beriman. Saat ini tengah melakukan perluasan kamar. Namun, untuk pengoperasiannya terkendala minimnya SDM atau tenaga kesehatan yang ada.

“Jadi kamar sudah ditambah, sudah siap penambahan tempat tidur lagi. Tapi SDM-nya yang belum ada, tenaga kesehatannya. Jadi tidak semudah yang kita kira. Tambah ruangan tambah alat, tambah SDM seperti dokter dan lainnya,” kata Andi Sri Juliarty, Senin (5/7).

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud juga tidak menampik perihal itu. Menurutnya, penambahan sangat diperlukan terutama bed. Hanya saja itu tidak mudah.

“Tentunya harus ada penambahan, terutama bed. Tapi kan ini tidak mudah, kalau tambah bed maka kita juga harus menambah petugas medisnya karena saat ini banyak tenaga medis yang drop,” ucap Rahmad.

Saat ini, lanjut Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Balikpapan itu, tengah diupayakan untuk penambahan tenaga medis sebanyak-sebanyaknya.

“Kita membuka pendaftaran kepada yang berminat. Itu sudah berjalan. Seperti, Rumah Sakit Umum Daerah juga membuka pendaftaran tenaga medis sebanyak-banyaknya,” tandas Rahmad.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *