background img

PEMKOT SIAPKAN MARKETPLACE UMKM

1 month ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Sektor UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) menjadi salah satu sektor yang paling terdampak akibat pandemi Covid-19, yang telah berlangsung sejak tahun 2020 lalu.

Dengan segala kebijakan pembatasan untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona, hampir sebagian besar pelaku UMKM hanya bisa bertahan, tidak bisa menghasilkan apa-apa.

Hal itu karena sebagian besar para pelaku UMKM masih terbiasa menjual produknya secara offline dan hanya sebagian kecil saja yang mulai menerapkan digital marketing dalam memasarkan produknya.

“Memang di tahun 2020 ketika memasuki masa pandemi Covid-19, hampir 100% UMKM kita ini hancur semuanya. Karena memang tingkat penjualan tingkat produksi itu tidak bisa menghasilkan apa-apa, karena semuanya memang serba pembatasan saat itu. Karena memang UMKM kita ini kan terbiasa dengan offline, walaupun sebagian sudah menerapkan digital marketing dalam memasarkan produknya,” kata Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian (DKUMKMP) Kota Balikpapan Adwar Skenda Putra yang akrab disapa Edo dalam program talkshow di Radio KPFM Balikpapan, Senin (18/10).

Ia menjelaskan, untuk mendorong agar para pelaku UMKM ini dapat kembali bangkit di tengah situasi pandemi Covid-19, pihaknya saat saat ini tengah menyiapkan sebuah aplikasi untuk membantu pelaku UMKM memasarkan produk unggulannya.

Menurutnya, selain berisi informasi produk UMKM, aplikasi ini juga akan dipertemukan dengan para penyedia bahan baku sehingga diharapkan aplikasi ini bisa menjadi pasar secara online.

Pembuatan aplikasi ini ditargetkan selesai dan sudah dapat dipergunakan pada tahun ini, dan akan kembali dikembangkan pada tahun berikutnya.

“Kita berharap program ini tahun ini bisa selesai dan tahun depan kita sempurnakan lagi. Kita berharap ke depannya aplikasi ini bisa menjadi marketplace bagi para pelaku UMKM,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa untuk saat ini, para pelaku UMKM yang terdata di DKUMKMP Kota Balikpapan tercatat mencapai 1.425. Tapi dari data online yang ada di Kementerian koperasi dan UMKM itu di Balikpapan, 95 ribu UMKM. Sementara berdasarkan data yang diterima oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan dan Perizinan Terpadu Kota Balikpapan ada 27.000.

Untuk itu, pihaknya akan terus mendorong kepada pelaku UMKM agar melapor dan mengurus perizinan agar bisa diberikan pendampingan oleh DKUMKMP sehingga bisa menghasilkan produk unggulan.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *