background img

PEMKOT GELAR PENTAS AKBAR

1 year ago written by

 

KPFM BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan menggelar program Pentas Akbar sebagai inovasi untuk menyikapi masalah kasus penambahan dan meninggal akibat Covid-19 yang terus meningkat tajam.

Pentas Akbar adalah program pengembangan Balikpapan Kota sehat dalam era Adaptasi Kebiasaan Baru.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Dr Andi Sri Juliarti yang akrab disapa Dio mengatakan, program ini diluncurkan untuk mencegah masyarakat terlena kondisi pandemi Covid-19 yang terjadi sehingga melupakan indikator-indikator kota sehat lainnya.

“Bapak Presiden sendiri juga sudah memberi arahan bahwa kita tidak boleh terlalu lama juga dalam kondisi seperti ini. Kita harus terus mengupayakan bagaimana memulai aktivitas-aktivitas produktif lainnya, supaya tidak timbul dampak ekonomi yang demikian besar, kemudian tidak timbul dampak sosial dampak pada pendidikan dan sektor lainnya,” kata Dio ketika menjadi narasumber dalam talkshow di Radio KPFM Balikpapan, Selasa (1/9).

Menurutnya, situasi pandemi Covid-19 yang sudah terjadi sejak Maret 2020 lalu, jangan sampai membuat masyarakat menjadi terlena dan membuat program-program untuk mendukung Kota Balikpapan sebagai kota sehat menjadi terbengkalai, sehingga indikator-indikator kota sehat yang sudah tercapai menjadi menurun.

Ia menjelaskan, ada beberapa indikator yang menjadi kategori kota sehat, di antaranya terkait angka kematian ibu melahirkan. Kondisi kesehatan ibu dan bayi harus tetap dijaga meski dalam situasi pandemi Covid-19.

“Kita harus tetap mempertahankan pelayanan ibu hamil supaya lahir sehat. Selamat ibu dan bayinya, jangan sampai tertular Covid. Karena sudah ditemukan ada ibu melahirkan tertular virus Corona,” jelasnya.

Program yang dijalankan untuk mencegah kematian ibu melahirkan harus disesuaikan dengan standar protokol kesehatan yang disarankan untuk mencegah penularan virus Corona. Sehingga aman bagi ibu, anak serta bidan atau dokter yang membantu dalam proses persalinan.

“Aman ibu, anak serta bidan atau dokter yang menolongnya. Karena kita tahu memang penyakit ini penularannya sangat cepat, maka sebaiknya juga kita harus melakukan pencegahan. Oleh karena itu di beberapa fasilitas kesehatan memberlakukan rapid test terlebih dahulu. Kalau non reaktif maka bisa melahirkan dengan cara biasa atau normal di ruang persalinan, tetapi jika menjadi reaktif tentunya harus dilakukan langkah-langkah pertolongan persalinan sesuai protokol Covid-19,” ujarnya.

Indikator kota sehat yang kedua yakni menyangkut kasus stunting atau gizi buruk. Dalam hal ini, dirinya mengakui memang ada keterbatasan untuk memantau tumbuh kembang bayi dengan tutup pelayanan Posyandu dan larangan untuk berkumpul.

Untuk itu, pihaknya telah menyiapkan program dalam memantau kasus stunting atau gizi buruk di masing-masing wilayah, yakni dengan meminta orang tua memeriksa sendiri berat badan serta mengukur tinggi badan anaknya, kemudian dilaporkan ke Puskesmas yang dikirimkan melalui pesan singkat atau SMS atau secara online.

Selain itu, melalui kader-kader yang ada di Puskesmas pihaknya juga akan mulai membagikan vitamin A bagi balita ke rumah-rumah warga.

Para kader Puskesmas ini akan membagikan vitamin A kepada warga yang memiliki balita dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap beserta hazmat.

“Kalau dulu kami memanggil orang, bayi dan balita datang berkumpul di Posyandu, kalau sekarang nggak bisa lagi , dengan begitu kami berikan baju hazmat kepada kader kemudian mengunjungi rumah-rumah mengantarkan vitamin A kepada bayi,” jelasnya.

Ia menambahkan, apabila ada warga yang memiliki bayi atau balita di rumahnya namun belum menerima vitamin A dapat menginformasikan kepada Puskesmas di wilayah agar cepat ditindaklanjuti oleh kader yang ada.(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *