background img

PEMKOT DORONG INVESTASI PERSAMPAHAN

3 weeks ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan mendorong skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dalam pengelolaan sistem persampahan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan Tommy Alfianto mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan kajian pendahuluan untuk rencana penerapan skema KPBU dalam pengelolaan sistem persampahan.

“Untuk saat ini dalam persiapan yang dibantu oleh Kementerian Keuangan untuk melakukan studi pendahuluan dalam persiapan pelaksanaan KPBU, penentuan nanti bagaimana menunggu nanti hasilnya,” katanya ketika diwawancarai wartawan, Kamis (27/5).

Menurutnya, diperlukan tahapan yang cukup panjang untuk menerapkan skema KPBU dalam pengelolaan sistem persampahan. Diperkirakan penerapan skema KPBU dalam pengelolaan sistem persampahan ini baru dapat dilaksanakan pada tahun 2024 mendatang.

“Untuk melaksanakan itu ada tahapan yang pertama adalah studi pendahuluan, FS (Feasibility Study), perencanaan dan persiapan, kemungkinan tahun 2024 itu baru bisa dilaksanakan tapi memang ada tahapan-tahapan yang harus dilalui sekarang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, memang persiapan untuk menerapkan skema KPBU dalam pengelolaan sistem persampahan ini harus dipersiapkan dari sekarang, dengan mempertimbangkan peningkatan jumlah volume sampah yang dihasilkan seiring dengan peningkatan jumlah penduduk. Sehingga diperlukan program yang inovatif dalam menanggulangi peningkatan volume sampah yang terjadi.

“Dengan kondisi saat ini, dengan pertambahan jumlah penduduk otomatis maka volume sampah yang dihasilkan akan terus meningkat, sehingga memang harus melakukan inovasi dalam mengantisipasi lonjakan volume sampah,” terangnya.

Ada dua program yang dijalankan oleh pemerintah kota dalam menanggulangi jumlah volume sampah, yang pertama adalah dengan mengoptimalkan ketersediaan lahan TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Manggar dan melakukan peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengurangi jumlah volume sampah yang dibuang ke TPA.

“Memang saat ini, kondisi lahan di Balikpapan terbatas untuk penyediaan lahan tempat pembuangan akhir, sehingga kita akan mengoptimalkan TPA yang ada dan melakukan peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengurangi jumlah volume sampah yang dibuang ke TPA,” terangnya.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *