background img

PEMBUNUH PEMULUNG PERAGAKAN 60 ADEGAN

1 year ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Polsek Balikpapan Utara menggelar reka ulang adengan atau rekonstruksi pembunuhan yang dilakukan oleh dua orang pemuda berinisial SUH (18) dan MAR (15) terhadap seorang pemulung bernama Sabari (48) pada 2 Juni 2020 di Jalan Soekarno Hatta KM 6,5 RT 44, Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara, Senin (15/6) siang.

Dari reka ulang adegan itu, sedikitnya 60 adegan ditampilkan untuk mengetahui rangkaian pembunuhan yang dilakukan ke dua tersangka saat menghabisi nyawa pemulung tersebut.
“Adegan semuanya ada 60. Jadi, masing-masing item kita masukan supaya rinci. Agar dari loyer dan jaksa semakin jelas untuk membuat rentutnya nanti,” kata Kapolsek Balikpapan Utara Kompol Mokhammad Mas’ut usai rekonstruksi.

Mas’ut menyebut, tidak ada adegan atau fakta baru dalam kasus tersebut. Semua sudah sesuai dengan fakta hukum yang dilakukan penyidikan.”Itu sudah sesuai dengan fakta hukum yang dilakukan penyidikan. Semua sudah berjalan lancar sesuai dengan pasal yang kita sangkakan. Memang seperti itu adanya,” ujarnya.

Untuk adegan pembunuhan inti, lanjut Kompol Mas’ut, mulai dari adegan 17 sampai 34. “Adegan ini menunjukan eksekutornya. Pelaksanaan pembunuhannya di situ,” ungkapnya.

Kompol Mas’ut juga memastikan jika kasus tersebut merupakan pembunuhan berencana. “Ya, pembunuhan berencana. Kan sudah kelihatan tadi saat rekonstruksi, mereka beli parang dulu baru pulang dan datang ke kontrakan korban,” tegasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua pelaku disangkakan dengan pasal 340 dan 365 KUHP dengan ancaman penjara seumur hidup atau selama lamanya 20 tahun. “Pasal yang disangkakan tetap. Tidak berubah,” ucapnya.

Terpisah, Penasihat Hukum (PH) tersangka Supartono Sudin menuturkan jika ada adegan-adegan yang meringankan. Dari rekonstruksi itu, ia melihat jika awalnya korban yang mengawali dari pada perbuatan tersangka yang sekarang ini ditahan oleh penyidik.

“Saya melihat ada adegan-adegan yang meringankan. Diawali dengan tersangka sebelum melakukan pembunuhan. Tersangka ini memang mau dibunuh oleh korban. Nanti kami buat notulennya, dibuat secara rinci agar nantinya untuk pembelaan saat sidang di pengadilan. Saya melihat meringankan,” tuturnya.

Untuk penetapan pasal khususnya terhadap salah satu tersangka yang masih Anak Berhadapan Hukum (ABH), ia menyebut jika penyidik terlalu berani menempatkan atau mengenakan pasal tersebut sebagai pembunuhan berencara.

“Saya melihat penyidik terlalu berani. Karena fakta saat rekonstruksi sampai dimana perbuatan daripada si ABH tadi. Hanya mengawasi saja. Kami sebagai PH menyangga hal itu,” tandasnya.Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
Uncategorized

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *