background img

PEMBUBARAN KEJURKOT BULUTANGKIS SUDAH SESUAI ATURAN

3 weeks ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Tindakan penundaan kegiatan Kejuaraan Kota (Kejurkot) bulutangkis dalam rangka peringatan HUT RI ke-76 dan Hari Olahraga Nasional (Haornas) sudah sesuai dengan aturan.

Kepala Bidang Keamanan dan Penegakan Hukum Satgas Covid-19 Kota Balikpapan Zulkifli mengatakan bahwa tindakan penundaan kegiatan Kejurkot Bulutangkis yang akan dilaksanakan di Gedung Hevindo bertujuan untuk mencegah adanya potensi kerumunan orang.

Hal ini mencegah potensi penyebaran Covid-19, di tengah kebijakan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 yang masih berlanjut di Kota Balikpapan.

“Kalau kemarin itu, kita lihat ada potensi kerumunan, sehingga kita memberikan contoh, kalau mengkhawatirkan bisa saja nanti kita pending atau kita lakukan pembubaran,” kata Zulkifli kepada wartawan, Senin (31/8).

Menurutnya, sesuai surat edaran Wali Kota Balikpapan pada penerapan PPKM level 4 yang berlaku hingga 6 September ini, sebenarnya penyelenggaraan kegiatan olahraga sudah diperbolehkan di tengah situasi pandemi Covid-19. Dengan syarat dilaksanakan tanpa ada suporter dan penonton yang dikhususkan dilaksanakan oleh pemerintah.

Dari segi aturan, rencana kegiatan Kejurkot Bulutangkis sudah memenuhi karena dilaksanakan oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan.

Sehingga sempat diterbitkan izin untuk menyelenggarakan kegiatan Kejurkot pada 30 Agustus 2021 bertempat di Gedung Hevindo. Dengan syarat setiap pertandingan dilaksanakan tidak melibatkan peserta lebih dari 30 orang.

Namun karena ada potensi menimbulkan kerumunan, Satgas Covid-19 Kota Balikpapan terpaksa membuat kebijakan untuk menunda kegiatan tersebut karena berpotensi menimbulkan kerumunan, untuk mencegah potensi penyebaran Covid-19.

“Kemarin kita melihat, ini dikhawatirkan daripada nanti menimbulkan dampak yang kurang baik, maka kita tunda saja. Kita keluarkan surat penundaannya. Memang rencananya sudah oke, kita sudah izinkan. Begitu sudah mulai, kegiatan ini terus kita monitor. Sinergi sampai kecamatan,” jelasnya.

Ia menambahkan kebijakan penundaan ini untuk memberikan contoh kepada masyarakat terkait upaya penegakan hukum atas penerapan disiplin protokol kesehatan di tengah situasi pandemi Covid-19.

“Karena kegiatan ini kan diselenggarakan oleh pemerintah daerah, kita harus berikan contoh, jangan sampai terjadi kerumunan, karena banyak masyarakat yang mengajukan hal yang sama kayak pertandingan-pertandingan di sekitar kita,” tambahnya.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *