background img

PEMBENTUKAN PERUSDA PASAR MULAI DIBAHAS

4 weeks ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan mengusulkan agar dibentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau perusahaan daerah yang diberikan kewenangan untuk mengelola pasar.

Anggota Komisi II DPRD Kota Balikpapan Syukri Wahid mengatakan, rencana pembentukan perusda pasar ini sebagai langkah antisipatif yang untuk menindaklanjuti berakhirnya masa perjanjian BOT (Build Operate Transfer) sebagai terhadap tiga pusat perbelanjaan atau mall yang ada di Kota Balikpapan.

Berdasarkan perjanjian yang sudah ditandatangani oleh Pemerintah Kota dengan pihak ketiga pusat perbelanjaan tersebut, yakni Plaza Ramayana yang kontraknya akan berakhir pada tahun 2028, Plaza Bunsay akan berakhir pada tahun 2038, untuk Mall Pasar Baru Square akan berakhir pada 2036 dan Hotel Novotel yang termasuk didalamnya Hotel Ibis berakhir pada 2038.

“Kita menyiapkan beberapa solusi untuk melakukan pengelolaan atau menindaklanjuti berakhirnya masa BOT tersebut, yang pertama adalah dengan menawarkan kembali pengelolaannya kepada pihak swasta atau mendirikan perusda untuk mengelola,” kata Syukri kepada wartawan, Sabtu (27/3).

Menurut Syukri, pembentukan perusda pasar ini diharapkan tidak hanya untuk mengelola ketiga pusat perbelanjaan tersebut, namun juga diberikan kewenangan untuk mengelola beberapa pasar tradisional yang ada seperti Pasar Pandan Sari dan Pasar Sepinggan.

“Kalau kami lebih cenderung dilanjutkan pengelolaannya oleh pihak Perusda yang baru dibentuk, diharapkan Perusda yang dibentuk ini diharapkan juga akan menangani minimal 2 pasar yang ada di kota Balikpapan yakni Pasar Pandansari dan Pasar Sepinggan,” ujarnya.

Ia menambahkan pembentukan perusda pasar ini juga sesuai dengan visi dan misi Wali Kota Balikpapan terpilih, Rahmad Mas’ud yang berencana akan melakukan revitalisasi peran Perusda.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *