background img

PELONGGARAN BELUM SIGNIFIKAN DORONG OKUPANSI HOTEL

3 days ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Pelonggaran yang diberikan pemerintah seiring dengan perubahan status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dari level empat ke level dua dinilai belum signifikan mendorong tingkat okupansi hotel di Kota Balikpapan.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Balikpapan Sahmal Ruhip membenarkan hal tersebut ketika diwawancarai KPFM melalui sambungan telepon, Rabu (13/10).

“Iya, ini karena baru sekitar satu minggu pelonggaran. Jadi belum terlalu signifikan ada dampak terhadap perhotelan di Balikpapan,” kata Sahmal Ruhip.

Hal itu, lanjut Sahmal Ruhip, juga dikarenakan syarat utama untuk perjalanan belum banyak berubah. Di mana orang bepergian terlebih dahulu harus melakukan test PCR.

“Yang dari luar kota itu kan hambatannya kalau bepergian ke Balikpapan misalnya harus PCR. Jadi syaratnya masih sama dengan level empat. Kalau menurut kami lebih baik dengan kartu vaksin saja. Jadi perlu ada kebijakanlah dari Pemerintah Kota,” ungkapnya.

Namun, di luar itu perhotelan untuk saat ini sedikit terbantu dengan banyaknya kegiatan-kegiatan yang dilakukan di hotel oleh sejumlah instansi baik swasta juga pemerintah.

“Sekarang sedikit terbantu dengan kegiatan-kegiatan itu. Misalnya weding, pelatihan, rapat dan kegiatan lainnya yang diadakan di hotel. Dan tetap dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” ucapnya.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *