background img

PELARI SAMARINDA MENINGGAL DUNIA

1 month ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Seorang pelari asal Samarinda meninggal dunia ketika mengikuti lomba Balikpapan Open 10 K, Minggu (4/9).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Andi Sri Juliarti mengatakan bahwa dari informasi yang diterimanya, pelari yang meninggal dunia tersebut atas nama M Jufri usia 46 tahun.

Menurutnya, yang bersangkutan merupakan peserta lomba dari Samarinda untuk kategori veteran.

Ia menjelaskan, yang bersangkutan dilaporkan terjatuh ketika masih menyelesaikan rute lomba, di sekitar depan Kantor Dinas Kesehatan Kota Balikpapan.

“Jadi yang meninggal itu adalah peserta dengan nomor urut punggung 0183, seorang laki-laki atas nama bapak M Jufri, Dari laporan yang kami terima yang bersangkutan jatuh di depan Kantor Dinas Kesehatan Kota Balikpapan. Dan di sana memang kita ada menempatkan tim P3K dari Puskesmas Klandasan ilir,” kata perempuan yang akrab disapa Dio ini ketika dikonfirmasi wartawan, Minggu (4/9).

Atas kejadian tersebut, menurut Dio, langsung melakukan tindakan pertolongan. Dari laporan tim medis, sudah tidak ditemukan denyut nadi, kemudian tekanan darah juga sudah tidak terukur, pupil mata 3 mm dan kesadaran 3. Dan itu adalah tanda-tanda vital dari sisi medis.

Selanjutnya, tim medis juga berupa memompa jantung dan paru yang bersangkutan. Kemudian dilakukan pemberian epinefrin, tetap tidak ada perbaikan dan akhirnya dirujuk ke RSUD Beriman.

Setibanya di RSUD Beriman, ketika dilakukan, pemeriksaan EKG jantung, hasilnya itu sudah flat. “Jadi memang kematiannya itu dalam perjalanan dari Dinas Kesehatan menuju RSUD beriman,” ucapnya.

Untuk sementara dugaan meninggal dunianya yang bersangkutan diakibatkan karena serangan jantung. Dan saat ini pihak keluarga sudah ada di RSUD Beriman.

Sementara itu, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menyampaikan belasungkawa atas kejadian tersebut.

Ia berharap semoga almarhum husnul khotimah, dan keluarga yang ditinggalkan juga diberi kesabaran dan ketabahan.
Peristiwa ini adalah kejadian yang tidak diinginkan dan kejadian ini sudah ditangani oleh Dinas Kesehatan,” ungkapnya.

Terkait apakah akan ada santunan yang akan diberikan oleh pihak Pemerintah Kota Balikpapan, Rahmad menuturkan pihaknya masih melihat perkembangan.

“Untuk santunan kita lihat nanti ke depan. Kita berdoa semoga almarhum husnul khotimah, dan keluarga yang ditinggalkan juga diberi kesabaran dan ketabahan,” ucapnya.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published.