background img

PELANGGAN KECEWA PDAM BATASI KOMPLAIN

1 year ago written by

 

KPFM BALIKPAPAN – Ratusan pelanggan PDAM Kota Balikpapan mengajukan komplain terkait pembengkakan tagihan selama masa pandemi Covid-19, Selasa (14/7). Namun sejumlah pelanggan yang datang terpaksa kecewa. Mereka pulang karena antrean sudah tutup.
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Balikpapan ternyata memberlakukan pembatasan jumlah komplain 140 orang per hari.
Bayu salah satu pelanggan mengaku bahwa dirinya sudah dua hari secara berturut-turut mendatangi kantor PDAM di jalan Ruhui Rahayu.

Di hari pertama, dirinya datang pukul 14.00 Wita, namun pelayanan antrean keluhan pelanggan sudah ditutup. Lalu diminta untuk mengambil antrean keesokan harinya.
Namun ketika datang kembali pada hari Selasa ini (14/7), dirinya belum juga mendapatkan layanan keluhan pelanggan karena jumlah antrean yang sudah cukup panjang.

“Saya sudah dua kali bolak-balik. Hari pertama saya datang jam dua, tapi pelayanan sudah tutup. Kemudian saya disuruh besoknya datang lagi, tapi kemudian katanya antreannya sudah habis,” jelasnya.

Dirinya kemudian diminta untuk datang kembali pada esok harinya, untuk mengambil antrean baru karena jumlah antrean yang sudah masuk pada hari ini sudah mencapai 600 pelanggan lebih.
“Setelah dikonfirmasi tadi, bahwa kalau datang besok pagi maka saya akan dapat antrean nomor 600-an ke atas dan itu ditargetkan akan bisa dipergunakan sekitar tanggal 21 atau Selasa depan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tujuannya datang ke Kantor PDAM Kota Balikpapan ini adalah untuk mengajukan komplain terhadap tagihan air yang membengkak selama Juni dan harus dibayar pada bulan Juli.
“Tujuan saya datang ke PDAM ini adalah untuk mengajukan komplain terhadap tagihan PDAM. Saya biasanya 300 ribuan, tapi sekarang tagihannya sampai 800 ribuan,” ungkapnya.

Kepala Sub Bagian Customer Services PDAM Kota Balikpapan Suryo Hadi Prabowo mengatakan, pihaknya terpaksa menerapkan antrean berjadwal untuk mengantisipasi penumpukan jumlah pelanggan yang mengajukan layanan komplain di Kantor PDAM Kota Balikpapan.

Ia menjelaskan, bahwa sampai saat ini jumlah antrean sudah terisi hingga Senin, 21 Juli 2020 mendatang. Dalam sehari jumlah pelanggan yang dilayani dibatasi 140 orang per hari.
“Kami sudah membagi antrean sesuai dengan jadwal. Jadi masyarakat tidak perlu bolak-balik. Saat ini jumlah antrean itu sudah tersebar sampai hari Senin,” terangnya.

Ia memastikan bahwa masyarakat tidak khawatir dengan panjangnya jadwal atrean, karena dipastikan PDAM Kota Balikpapan tidak akan menerapkan denda keterlambatan selama masa komplain yang masih dalam proses.
“Dipastikan bahwa selama masa komplain ini tidak ada denda, karena ini masih dalam proses tahap klarifikasi,” terangnya.

Seperti diberitakan beberapa waktu lalu, lonjakan tagihan yang dialami sebagian pelanggan PDAM dampak dari kebijakan pembaca meter, dengan cara estimasi atau tidak terjun ke lapangan langsung.
Direktur PDAM Haidir Effendi menjelaskan, saat pandemi Covid-19 ini pihaknya menerapkan Work From Home (WFH). Termasuk petugas pembaca meter. “Kami mengambil kebijakan itu sesuai dengan regulasi. Dalam situasi tertentu kami boleh melaksanakan pencatatan meter dengan cara estimasi,” kata Haidir.

Mekanisme dalam mencatat penggunaan air warga, yakni pemakaian enam bulan terakhir dirata-ratakan menjadi tagihan bulan yang berjalan.
Dari catatan sementara, sedikitnya 16,5 persen dari 104 ribu pelanggan PDAM mengalami kelebihan tagihan.
Dari jumlah itu kelebihan bayar pelanggan PDAM nominalnya mencapai Rp 5 miliar.

PDAM berjanji mengembalikan kelebihan tagihan secara cash atau dikalkulasikan pada pembayaran ke bulan berikutnya.(Maulana/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *