background img

PELAKU PENCABULAN DOMINASI ORANG TERDEKAT 

1 year ago written by

 

KPFM BALIKPAPAN – Kasus kekerasan seksual atau pencabulan terhadap anak di bawah umur di Kota Balikpapan butuh perhatian besar dari semua pihak, terutama orangtua. Sebab, jumlah kasus di setiap bulannya hingga kini masih cukup tinggi.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Balikpapan, Sri Wahyuningsih, Selasa (8/9).

“Kalau bicara kasus kekerasan seksual atau pencabulan sangat mewarnai. Artinya dari 100 persen kasus hampir 75 persen didominasi oleh kasus pencabulan atau kekerasan seksual terhadap anak. Setiap bulan dua sampai tiga kasus,” katanya.

Dalam kasus ini, orang tua wajib menjaga anaknya terhadap orang-orang di sekitar lingkungan rumah maupun keluarga. Sebab dari data sementara, pelakunya ialah orang-orang terdekat. Mulai dari orangtua tiri, paman, hingga pacar.

“Yang lebih miris ternyata pelakunya orang terdekat dari pada anak itu sendiri. Seperti bapak kandung, bapak tiri, kakek, om, guru ngaji hingga pacar. Artinya orang yang sering interaksi dengan anak itu,” ujarnya.

Kebanyakan dari mereka, lanjut wanita yang akrab disapa Yuyun itu, melakukannya atas dasar suka sama suka. Namun, di dalam undang-undang perlindungan anak istilah tersebut tidak diakui.

“Artinya meskipun yang bersangkutan melakukan dengan pacarnya kemudian itu dilaporkan, maka kasus akan tetap diproses. Tidak ada alasan dilakukan suka sama suka. Undang-undang perlindungan anak pasti akan berlaku. Sanksi pidananya di atas lima tahun dan maksimal 20 tahun,” ungkapnya.

Ditanya soal penyebab, Yuyun menyebut jika aspek pergaulan bebas mendominasi dari pada aktivitas pencabulan itu. Kemudian maraknya penggunan internet yang bebas, sehingga anak lebih mudah untuk mengakses konten-konten pornografi.

“Hal itu kemudian tidak didukung oleh aspek pengawasan dari para orang tua. Akhirnya anak terjerumus,” ucapnya.

Yuyun pun mengimbau kepada para orang tua agar selalu mendidik, mengawasi serta membimbing anak-anaknya. Itu merupakan kewajiban yang harus dijalankan karena diatur dalam Undang-undang.

“Kami mengingatkan kembali terkait dengan peran orang tua yang diatur dalam Undang-undang perlindungan anak. Bahwa kewajiban orang tua itu ada. Yaitu mendidik, mengawasi dan membimbing anak serta memenuhi hak-hak anak. Jangan sampai jatuh ke dalam pergaulan seks bebas,” tandasnya.Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *