background img

PELAKU PENCABULAN DI LEMBAGA PENDIDIKAN JADI TERSANGKA

4 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Kasus dugaan pencabulan di salah satu lembaga pendidikan atau pondok pesantren di wilayah Balikpapan Utara (Balut) akhirnya menemui titik terang.

Setelah sekian lama, Penyidik Ditreskrimum Polda Kaltim menetapkan pelaku MS yang diduga mencabuli belasan santriwati sebagai tersangka. Hanya saja masih belum ditahan, karena masih akan dilakukan pemeriksaan lanjutan.
Demikian disampaikan Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yusuf Sutejo saat diwawancarai wartawan di Mapolda Kaltim, Sabtu (14/1). Dikatakan, penyidik telah menaikkan status terlapor menjadi tersangka sejak Rabu lalu (12/1).
“Pada Rabu lalu kami telah melakukan gelar perkara, dan menetapkan hasil bahwasanya inisial MS ini sebagai tersangka. Saya juga klarifikasi bahwa yang melapor cuma empat orang,” kata Yusuf.
Dia melanjutkan, penetapan tersangka didasari keterangan para korban dan terlapor, juga beberapa alat bukti. Sehingga ada indikasi pelaku melakukan tindakan pencabulan tersebut.
“Penetapan ini tentunya setelah proses pemeriksaan awal. Nanti dilakukan pemanggilan lagi dan pemeriksaan terhadap tersangka. Jika memang cukup untuk dilakukan penahanan maka akan dilakukan,” ujarnya.
Perihal alat bukti yang mengindikasikan pelaku melakukan perbuatan tak pantas tersebut, Yusuf belum membeberkannya secara rinci. Karena mengedepankan psikologis korban yang masih dalam tahap pendampingan.
Namun Yusuf menegaskan bahwa petugas pasti punya bukti kuat untuk menetapkan status terlapor naik menjadi tersangka.
“Itu melalui proses gelar perkara. Artinya polisi menetapkan tersangka tidak serta merta, tentunya dari gelar perkara tadi disampaikan apa saja. Pasti ada alat buktinya untuk ditetapkan sebagai tersangka,” ucapnya.
Diketahui, pelaku MS yang kerap mengisi ceramah di masjid ini diduga melakukan perbuatan cabul terhadap belasan santriwati di pondok pesantren kawasan Balikpapan Utara.
Tindakan pencabulan yang dilakukan berbagai macam, mulai dari meremas payudara, bokong, cium hingga nyaris meniduri para santri.
Namun dari belasan korban yang diduga mengalami pencabulan, hanya empat orang saja yang memberanikan diri untuk melapor hingga saat ini.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published.