background img

PEDULI, CARA BERHENTI MEROKOK

1 year ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Keinginan untuk berhenti merokok bagi para perokok aktif tentu bukan sebuah perkara mudah. Keinginan itu harus ada dari dalam diri pribadi. Hal ini disampaikan dr Diah Adhyaksanti dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Beriman Balikpapan saat bincang di program Sarapan Pagi radio KPFM 95,4 Mhz yang dipandu Sherly dan Elin, Kamis (16/7).

“Niat untuk berhenti merokok harus ada upaya dari dalam diri orang yang mau berhenti merokok itu dulu. Tidak bisa dari istri, keluarga atau siapapun,” kata dokter spesialis paru ini.

Dijelaskannya, untuk kasus-kasus yang berat terdeteksi lewat test swab, test PCR, mereka sebagian besar dipenuhi oleh smoker. “Sekian persen didominasi oleh para smoker. Apalagi para perokok aktif, atau pun yang mantan perokok. Ini karena baseline perokok berbeda dengan orang yang tidak merokok,” ujarnya.

Seorang perokok aktif itu, lanjutnya, memiliki baseline yang tidak sebaik orang yang tidak merokok. Kalau dilihat dari hasil rontgen atau scan saja, mungkin tidak terlihat. Tapi bisa terlihat dari pemeriksaan fungsi paru yang disebut Spirometri (Tes Fungsi Paru) yang hampir di semua rumah sakit atau klinik Medical Check Up (MCU) ada.

“Bagi para perokok meskipun tidak ada riwayat penyakit asma, atau penyakit paru lainnya, seperti TB paru atau infeksi lainnya, ada penurunan fungsi parunya sangat jelas. Ini berbeda, tidak sebaik orang yang tidak merokok,” katanya.

Diah Adhyaksanti mengutip kembali, di Indonesia jumlah perokok aktif menempati urutan ketiga, dan penyebab kematian terbesar juga dari para perokok sekitar 8 juta.

Disebutkan, definisi mantan perokok dari Kemenkes adalah seseorang yang menghisap rokok lebih dari 100 batang selama hidupnya, dan saat ini telah berhenti merokok selama lebih dari 1 tahun.

Menurutnya, perokok aktif yang ingin berhenti merokok lalu beralih ke rokok elektrik atau vape, sebetulnya juga bukan solusi yang baik. Adapun upaya untuk berhenti merokok selain adanya niat dari diri pribadi adalah dengan menunda waktu merokoknya.

“Misalnya ada orang yang merokok saat baru bangun tidur, akan lebih baik ditunda waktu merokoknya menjadi siang hari saja. Lebih efektif dari pada mengurangi jumlah rokok yang dihisapnya dalam sehari. Contoh dari sehari yang biasanya merokok 20 batang, dikurangi menjadi 10 batang,” katanya.

Jadi, sambungnya, akan lebih efektif dilakukan penundaan waktu merokok setiap hari. “Syukur-syukur dengan mengurangi jumlah berapa batang rokok yang diisap dalam sehari. Ini kan juga sekaligus bentuk pengalihan untuk tidak merokok,” jelas Diah.

Adapun upaya pengalihan untuk tidak merokok adalah dengan tidak mengunjungi tempat-tempat yang membuat keinginan merokok muncul. “Misalnya senang merokok di ruang tamu, maka hindari ruang tamu. Atau misalnya di cafe tertentu, ya nggak usah ke situ. Karena biasanya mereka mempunyai spot-spot,” katanya.

Diah menceritakan pengalaman, banyak pasien bertanya padanya, lalu minta obat untuk berhenti merokok. Mana ada obatnya? Tindakan medis awal untuk mengurangi pasien tersebut tidak merokok, dengan Nicotine Replacement Therapy (NRT). Adalah produk terapi pengganti nikotin yang dirancang untuk membantu mengurangi ketagihan akan rokok.

“Kita ketahui bersama tentang bahaya merokok. Jurnal manapun menyebutkan tidak ada merokok yang menguntungkan. Jadi yang pertama sebetulnya adalah kepedulian,” imbuhnya.

Ketika seseorang peduli dengan dirinya sendiri, maka dengan sendirinya ia juga akan peduli dengan orang lain. Jadi yang pertama munculkan kepedulian, kemudian pikirkan untung dan rugi aktivitas yang kita lakukan, apakah ada untungnya atau malah rugi untuk kita.

“Ketika seorang smoker berpikir sudah membakar berapa rupiah sehari, mungkin bisa ditulis, dievaluasi, dan dilihat sebelum tidur,” pungkas Diah sembari menyebut RSUD Beriman Balikpapan akan mengadakan Klinik Berhenti Merokok yang rencananya terealisasi tahun depan.Sherly/Kpfm

Article Categories:
News · Talkshow

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *