background img

PEDAGANG NGLURUK KE DPRD

3 weeks ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan yang menutup seluruh pasar tradisional, mal maupun pusat perbelanjaan pada Sabtu dan Minggu mulai memicu reaksi.

Kali ini dari kalangan pedagang pasar. Pada Kamis (11/2) siang sekira pukul 11.00 Wita, sejumlah perwakilan pedagang dari 12 pasar yang ada di Kota Balikpapan mendatangi gedung DPRD di Jalan Jenderal Sudirman, Balikpapan Kota (Balkot).

Kedatangan mereka untuk menyampaikan aspirasi. Berharap agar pada Sabtu dan Minggu pasar tetap dibuka. Sehingga para pedagang tetap mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Gafar salah satu pedagang di pasar Balikpapan Permai yang ikut ke DPRD Balikpapan menyampaikan keresahannya. Selama pandemi Corona atau Covid-19 pendapatannya menurun hingga 50 persen dari hari normal yang biasanya mencapai Rp 300 ribu.

Di saat masa sulit itu, muncul kebijakan penutupan baru dari pemerintah. Yakni penutupan Sabtu dan Minggu, mulai berlaku sejak 6 Februari 2021 kemarin. Saat itu, Gafar nihil pendapatan karena tidak bisa berjualan.

“Ya, enggak ada pemasukan sama sekali pas tutup itu. Nah, besoknya hari Minggu itu buka lagi, tapi pengunjung pasar sepi sekali,” kata Gafar kepada wartawan.
Pedagang mainan itu berharap pemerintah mengkaji ulang kebijakan penutupan Sabtu dan Minggu tersebut. Karena pada dasarnya, para pedagang selalu mengikuti setiap kebijakan pemerintah. Namun, kali ini benar-benar sangat merugikan.

“Sebenarnya kami selalu mengikuti kebijakan dari pemerintah. Tapi untuk kebijakan yang kali ini tentu sangat merugikan masyarakat terutama kami pedagang,” ujarnya.

Di samping itu, mereka juga menuntut keadilan dari pemerintah untuk bisa menertibkan mereka yang berjualan di pinggir jalan. Seperti di kawasan Jalan Beller.

“Kami minta keadilan. Kalau pemerintah tidak bisa tertibkan, maka kami semua juga akan keluar berjualan di jalan. Tutup saja sudah pasar, enggak ada fungsinya. Orang masih berjualan di pinggir Jalan yang sudah sama seperti pasar,” ungkapnya.

Keresahan juga disampaikan oleh Sekretaris Umum Asosiasi Pedagang Pasar Tradisional Kota Balikpapan (APPTB), Andima Mannaga.

Ia mewakili pedagang yang melakukan mediasi dengan Komisi ll DPRD Kota Balikpapan. Menurutnya, kebijakan itu harusnya seimbang baik dari segi penanganan Covid-19 dan juga pemulihan ekonomi.

“Sebenarnya, apa yang menjadi kekhawatiran pemerintah itu juga kekhawatiran kami. Tapi kami ini maunya itu seimbang, antara penanganan Covid dan pemulihan ekonomi. Kalau sekarang itu seakan-akan laju penanganan Covid-19, sementara ekonomi masyarakat keteter,” tuturnya usai bertemu Komisi ll.
Ia menyebut, kebijakan penutupan Sabtu dan Minggu sangat merugikan masyarakat.

Karena itu, ia memohon kepada Wali Kota untuk mengkaji ulang. Kalau bisa semua elemen masyarakat dilibatkan, termasuk pengurus pedagang.
“Kami juga mau kalau pasar itu dibuka harus dikontrol oleh pemerintah agar protokol itu berjalan. Tempatkan petugas di situ. Jangan dilepas begitu saja. Kontrol, siapa yang tidak disiplin. Kami selalu siap untuk mematuhi protokol kesehatan,” ucapnya.
Usai bertemu anggota DPRD, pedagang selanjutnya akan mengajukan keberatan ke Wali Kota Balikpapan. “Mudahan ditanggapi. Kalau tidak kami melakukan aksi dalam bentuk lain. Kami tetap akan buka Sabtu dan Minggu,” tandasnya.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *