background img

PEDAGANG LEGA USAI DIVAKSIN

2 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Amir terlihat begitu bersemangat. Raut wajahnya nampak bahagia, meski tertutup masker. Sebab, hari yang dinanti begitu lama akhirnya tiba juga.

Pada Jumat (26/2) pagi sekira pukul 08.00 Wita, pria 60 tahun itu menuju sebuh tenda yang dibangun Satgas Penanganan Covid-19 Kota Balikpapan di halaman parkir Pasar Klandasan di Jalan Jenderal Sudirman, Balikpapan Kota (Balkot).
Di sana penjual ikan di Pasar Klandasan itu mengantre bersama sejumlah pedagang lainnya. Mereka hendak mengikuti vaksinasi Covid-19.
Amir merupakan orang pertama di pasar tersebut yang disuntik oleh petugas. Tanpa ragu, ia bangkit dari kursi antreannya menuju tempat pelaksanaan penyuntikkan.
Namun, ia terlebih dulu melewati tahapan screening kriteria penerima vaksin. Setelah dinyatakan lolos, Amir baru menerima suntikan.
Jarum suntik yang berisi cairan vaksin dosis pertama itu pun menancap pada lengan kirinya. Ia tetap menampakkan raut wajah tenang dan tak merasa kesakitan meski tubuhnya ditusuk jarum suntik.
“Saya enggak takut disuntik. Enggak sakit juga. Saya sudah agak lega,” kata Amir kepada KPFM usai menerima suntikan.
Ia mengaku tidak khawatir dengan sejumlah kabar miring terkait efek samping vaksin Sinovac itu. “Iya , enggak takut. Anak saya sudah jelaskan ke saya semuanya. Justru saya sangat menantikan ini,” akunya.
Senada disampaikan Sudin (44). Ia mengaku cukup lega, karena sudah lama ia menantikan hal ini.
“Alhamdulillah. Enggak takut. Namanya kesehatan untuk apa takut. Saya juga memang mau disuntik, karena enggak ada obatnya Corona ini selain vaksin,” ungkapnya.
Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi yang memantau langsung pelaksanaan vaksin tersebut menuturkan, di Pasar Klandasan ini sedikitnya ada sekitar 367 pedagang yang akan disuntik.
“Ini suntikan pertama. Setelah 14 hari datang lagi, kalau cuma sekali tidak ada artinya,” tutur ketua Satgas Penanganan Covid-19 Balikpapan itu.
Dalam pelaksanaannya, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan menyiapkan sekitar 400 dosis vaksin. “Kalau ada yang belum, masih bisa. Persediaan kita cukup,” ucapnya.
Pasar Klandasan, lanjut Rizal, menjadi prioritas karena merupakan salah satu pasar terbesar di Kota Balikpapan. “Ada dua pasar terbesar, kita coba di Klandasan dulu,” tandasnya.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *