background img

PATUNG DEWA DEWI DIMANDIKAN

4 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Kelenteng Guang De Miao atau Kelenteng Satya Dharma, di Jalan Bukit Niaga Pasar Baru, Klandasan Ilir, Balikpapan Kota (Balkot), mulai sibuk jelang perayaan tahun baru Imlek.

Sesuai tradisi, warga keturunan Tionghoa tetutama yang berada di Kota Minyak -sebutan Balikpapan- punya beberapa ritual yang wajib dilakukan.
Salah satunya ritual memandikan rupang atau Patung Dewa Dewi yang dilakukan oleh pengurus Kelenteng Guang De Miao, Jumat (5/2) pagi sekira pukul 09.30 Wita.

“Hari ini kami melakukan mandi dewa dewi. Kemudian ganti baju baru,” kata Ketua Pengurus Kelenteng Guang De Miao Hindro, saat ditemui wartawan.
Dari pantauan KPFM, ada puluhan patung yang dimandikan.

Baju baru yang diganti pun identik dengan warna merah. Ciri khas umat Konghuchu ketika merayakan Imlek.
“Di sini ada 13 dewa-dewi utama, di atas juga 13 dewa-dewi. Tapi ada juga patung dewa yang kecil, pengikutnya,” ujar Hindro.

Sesuai kalender masehi, Tahun Baru Imlek jatuh pada 12 Februari 2021 nanti. Umat Konghuchu beribadah pada malam pergantian tahun.

Namun karena masih dalam situasi pandemi Covid-19, Kelenteng Guang De Miao akan menerapkan protokol kesehatan ketat bagi jemaat yang ingin beribadah sesuai dengan anjuran pemerintah.

“Protokol kesehatan kita kedepankan. Pengunjung dibatasi 50 persen dari kapasitas. Selebihnya menunggu atau antre di luar Kelenteng,” ungkapnya.

Hindro juga memastikan tidak akan terjadi pengumpulan jemaat. Karena ibadah umat Konghuchu dalam kelenteng berbeda dengan umat agama lain. Tak ada peribadatan secara berjemaah.

“Dari dulu memang begitu, nggak pernah kumpul. Datang, ibadah terus pulang,” ucapnya.

Untuk atraksi hiburan seperti Barongsai, juga dipastikan tidak tampil pada saat Imlek nanti. ”

Barongsai enggak main karena mengundang pengunjung. Tapi kita lihat situasi lah,” tandasnya.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *