background img

PASTIKAN HEWAN KURBAN LAYAK

2 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Hari Raya Idul Adha tahun ini tinggal dua pekan lagi. Diperkirakan jatuh pada tanggal 20 Juli 2021 mendatang.

Menyambut hari besar keagamaan itu, geliat pedagang hewan kurban musiman bermunculan. Di banyak tempat terlihat kandang-kandang hewan kurban dadakan, tak terkecuali di Kota Balikpapan.

Umumnya hewan yang dijajakan pada kandang tersebut adalah sapi dan kambing. Ternak yang diperjualbelikan ini harus benar-benar sehat dan memenuhi syarat sebagai hewan kurban.

Untuk memastikan hal itu, Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DP3) Kota Balikpapan melakukan monitoring hewan kurban ke lapangan. Baik ke tingkat peternak juga pedagang pinggir jalan.

“Sudah satu minggu berjalan pelaksanaan monitoring hewan kurban. Semua petugas sudah ke peternak dan juga ke pedagang pinggir jalan. Ada ratusan pedagang,” kata Kepala DP3 Kota Balikpapan Heria Prisni, Rabu (7/7).

Sejauh ini, lanjut Heria, ada sekitar 300 hewan kurban yang sudah diperiksa kesehatannya oleh petugas. Hasilnya tidak ditemukan hewan kurban yang sakit dijual.

“Sehat dan juga memenuhi standar hewan kurban,” ungkapnya.
Kendati begitu, ditemukan pula hewan kurban yang sehat namun tak memenuhi syarat untuk dijadikan kurban, seperti pincang atau cacat dan belum cukup umur. “Sapi yang sudah ada giginya baru bisa menjadi hewan kurban,” sebutnya.

Setelah melewati tahap pemeriksaan, setiap hewan diberi label khusus. Hal ini bertujuan memudahkan masyarakat mengetahui keadaan sapi dan kambing yang akan dikurbankan di Hari Raya Idul Adha.

“Apabila sudah dikontrol kesehatannya, kita beri tanda bahwa sudah kita cek kesehatannya. Kita jamin kesehatannya,” ucap Heria.

Masyarakat pun diimbau untuk membeli hewan kurban yang sudah diberi tanda kesehatannya. “Itu sebagai jaminan,” tuturnya.

Ditanya perihal ketersediaan sapi di Balikpapan untuk tahun ini, Heria menyebut masih dalam pendataan. Diperkirakan tidak jauh berbeda dengan tahun lalu, kebutuhan mencapai tiga ribu ekor.

“Hampir sama kebutuhan saat pandemi, tapi pastinya H-1 masih ada yang datang. Kalau kambing sekitar dua ribu ekor lebih,” tandasnya.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *