background img

PASOKAN SAPI DARI JAWA TIMUR DIHENTIKAN

1 month ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan menghentikan sementara pasokan ternak sapi dari Jawa Timur untuk mengantisipasi ancaman penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) yang mulai mewabah.
“Biasanya kita datangkan sapi dari Provinsi Sulawesi dan Jawa Timur. Namun untuk sementara pasokan dari Provinsi Jawa Timur kita hentikan karena Provinsi tersebut berstatus wabah PMK,” kata Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DP3) Kota Balikpapan Heria Prisni kepada wartawan usai rapat coffee morning di Aula Balai Kota Balikpapan, Senin (23/5).
Menurut Hernia, penghentian pemasukan ternak dari daerah tertular PMK ini, sebagai bentuk kewaspadaan pemerintah kota dalam menangani penyebaran virus PMK ini.
Dalam mengoptimalkan kebijakan penghentian pemasukan ternak dari daerah tertular PMK ini, lanjut Heria, pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Karantina Pertanian.
Untuk saat ini, stok sapi di Kota Balikpapan, sebanyak 1.100 ekor. Masih di bawah kebutuhan sapi yang tercatat mencapai 3.050 ekor. Sehingga untuk kebutuhan di Kota Balikpapan masih kurang 1.950 ekor. Sapi tersebut biasanya didatangkan dari Provinsi Jawa Timur dan Sulawesi.
Dia mengatakan, sementara untuk pasokan sapi dari Sulawesi, akan dikarantina terlebih dahulu selama 14 hari, baru akan dikirim ke Kota Balikpapan. Setelah dinyatakan sehat baru bisa masuk Kota Balikpapan. Namun jika sudah masuk Kota Balikpapan akan dilakukan karantina kembali selama 14 hari. Setelah itu, baru bisa ke tempat pemotongan hewan.
“Jadi nanti sapi yang datang dari luar daerah, akan dipusatkan di tempat karantina hewan di Jalan Soekarno Hatta KM 13, Karang Joang, Balikpapan Utara. Selama 14 hari. Jadi nanti sapi tersebut harus menjalani karantina terlebih dahulu, baru bisa ke tempat pemotongan hewan,” terangnya.
Heria menjelaskan, tempat karantina hewan tersebut kurang lebih dua hektare. Namun pihaknya belum melihat lokasi tersebut. Karen hal itu, wewenang balai karantina pertanian. Pihaknya hanya melakukan pemotongan saja. Tapi selalu melakukan koordinasi, agar semua aman.
“Kami telah melakukan pengecekan kesehatan kepada 1.100 ekor sapi yang ada di Kota Balikpapan. Tidak ada gejala PMK pada stok sapi tersebut. Sehingga semua baik-baik saja,” pungkasnya.
(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published.