background img

PANGLIMA TNI : TRACKING KASUS DI KALTIM MASIH KECIL

1 month ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyebut kasus terkonfirmasi di Kalimantan Timur (Kaltim) yang masih cukup tinggi perlu ditekan. Oleh sebab itu harus ada upaya yang dilakukan untuk menurunkan angka penularan.

“Strategi yang kita gunakan ada tiga, pertama melaksanakan 3M (menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak) secara ketat, kemudian 3T (Tracking, Testing, Treatment) dan vaksinasi,” kata Panglima di BSCC Dome Balikpapan, Jumat (6/8).

Berdasarkan data, lanjut Panglima, bahwa tracking kasus di Kaltim nilainya masih kecil. Padahal tracking ini adalah hasil dari pelacakan kasus terkonfirmasi yang dipersyaratkan dari WHO hasilnya satu banding 30, namun di Indonesia masuk pada persyaratan satu banding 15.

“Tadi saya sudah cek, memang sudah dilaksanakan, namun jumlah dari kontak erat juga harus ditingkatkan. Sehingga mengurangi kasus terkonfirmasi yang setiap hari terus bertambah,” ungkapnya.

Panglima menambahkan, dalam pelaksanaan tracking terkait dengan kasus kontak erat harus disiapkan juga sarana dan prasarana untuk melaksanakan isolasi terpadu (isoter).

Sehingga, jika ditemukan terkonfirmasi langsung masuk isoter baik yang bergejala maupun yang tidak bergejala. Sedangkan yang kontak erat, langsung melaksanakan karantina sesuai dengan aturan selama lima hari.

“Kalau permasalahan ini sudah dilaksanakan dengan baik dan masyarakat juga mendukung program ini, maka Kaltim segera bebas dari Covid-19,” sebutnya.

Panglima mengaku jika hal itu memang tidak mudah, karena permasalahan yang dihadapi tentu banyak. Baik dari komunikasi hingga koordinasi, karena secara demografi penduduk di Kaltim juga tersebar di seluruh wilayah yang infrastruktur jaringan teleponnya belum terhubung dengan baik.

“Oleh sebab itu pelaksanaan tracking lapangan yang dilaksanakan oleh Babinsa, Bhabinkamtibmas benar-benar harus dilaksanakan. Pelaksanaan tracking ini sangat penting untuk menekan laju penularan,” tuturnya.
Di samping itu, upaya percepatan vaksinasi Covid-19 juga harus terus dijalankan. “Sesuai target adalah satu juta per hari, dan terus kita laksanakan,” ucapnya.

Bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak juga diberikan. Termasuk kepada masyarakat yang sedang isolasi mandiri karena hasil dari kontak erat yang dilaksanakan oleh puskesmas.

“Mudahan kita semua bisa melaksanakan tugas berat ini. Seluruh komponen bangsa dan masyarakat memiliki peran penting untuk bisa memerangi pandemi Covid. Kalau kita bisa lakukan itu maka bisa menekan laju penularan kasus di Kaltim,” tandasnya.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *