background img

PANEN PERDANA MADU LEBAH KELULUT

8 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Program CSR budidaya lebah kelulut yang dikelola Pertamina melalui PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan di daerah Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW) tepatnya di RT 36 Kelurahan Karang Joang mulai menunjukkan hasil. Ditandai dengan panen perdana madu yang dilakukan kelompok Tani Hutan Lestari.

“Ini menunjukkan bahwa budidaya lebah kelulut dengan produk madu di sekitar HLSW memiliki potensi untuk dikembangkan. Sebagai salah satu pilot project, hasil yang didapatkan cukup baik,” kata Area Manager Communication, Relations & CSR KPI Unit Balikpapan Ely Chandra Peranginangin dalam siaran persnya, Jumat (18/2).

Chandra menjelaskan, program ini mulai berjalan pada bulan Oktober 2021 lalu. Di awal, Pertamina memberikan bantuan berupa 25 wadah atau stub lebah dan bibit bunga. HLSW dilihat memiliki potensi tanaman yang merupakan sumber makanan bagi lebah kelulut.

Madu kelulut merupakan salah satu produk lebah yang mungkin belum sering didengar. Madu ini dihasilkan oleh lebah madu tak bersengat spesies Trigona yang bertahan hidup dengan cara menggigit, bukan menyengat. Oleh sebab itu, madu yang dihasilkan memiliki cita rasa yang berbeda dibandingkan madu pada umumnya.

“Pada panen perdana ini, dari 25 stub tersebut dihasilkan sekitar 1.100 ml madu. Kami berharap hasil ini dapat terus berkembang hingga nanti dapat benar-benar dapat meningkatkan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Panen perdana, lanjut Chandra, dapat menjadi bukti bahwa masyarakat dapat hidup berdampingan dengan hutan lindung. “Hutan lindung dapat memberikan manfaat ekonomi, tanpa kita merusaknya,” ucap Chandra.

Ketua kelompok Tani Hutan Lestari Agusdin menambahkan, proses untuk menghasilkan madu ini tidak selalu mulus. Salah satu kendala yang dihadapi adalah musim hujan. “Kita agak kesulitan karena musim hujan membuat lebah kelulut sulit mencari makan,” tuturnya.

Namun Agusdin tetap optimis bahwa program ini akan terus berkembang. Madu kelulut menurutnya memiliki keunggulan sendiri. Di antaranya memiliki banyak manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh, di antaranya mengobati luka serta meningkatkan daya tahan tubuh.

“Madu lebah kelulut ini memiliki potensi yang besar untuk menyejahterahkan masyarakat karena peminatnya yang tinggi,” sebutnya.

Madu kelulut yang dihasilkan oleh kelompok ini selanjutnya akan dilakukan perbaikan kemasan. Agar nantinya memiliki nilai ekonomi yang jauh lebih tinggi.

“Rencananya madu ini akan dijadikan cinderamata bagi para wisatawan yang berkunjung ke Hutan Lindung Sungai Wain. Madu ini akan kami letakan di toko souvenir dan melakukan inovasi pada kemasannya,” tandas Agusdin.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published.