background img

PAD TURUN 61 MILIAR

1 week ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Realisasi penyerapan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Balikpapan diproyeksikan akan mengalami penurunan sebesar Rp 61 miliar.

Hal tersebut terungkap berdasarkan hasil pembahasan sementara APBD Perubahan Kota Balikpapan tahun 2021, yang akan terkoreksi dari penurunan sumber pendapatan asli daerah.

“Saya sudah baca semuanya potensi penurunan untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Balikpapan itu tercatat mencapai Rp 61 miliar di APBD Perubahan,” kata Anggota Badan Anggaran DPRD Kota Balikpapan Syukri Wahid kepada wartawan, Jumat (10/9).

Menurut Syukri, dari Rp 61 miliar proyeksi penurunan pendapatan asli daerah, Rp 29 miliar berasal dari pajak daerah.

Kondisi ini tentunya, lanjut Syukri, bakal berdampak pada kondisi keuangan daerah dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Tahun 2021, yang akan mengurangi besaran anggaran belanja daerah.

“Kondisi ini tentunya akan mempengaruhi potensi pendapatan asli daerah yang akan diperoleh oleh Kota Balikpapan, yang juga akan berdampak pada pengurangan jumlah belanja daerah,” terangnya.
Ia mengungkapkan, saat ini, Pemerintah Kota Balikpapan juga telah menyampaikan surat kepada Badan Anggaran DPRD Kota Balikpapan terkait permintaan penurunan target pajak daerah pada APBD Perubahan Tahun 2021 ini.

Hal itu diajukan karena pemerintah kota pesimis target pajak daerah yang ditetapkan sebesar Rp 511 miliar pada tahun 2021 ini dapat tercapai.

“Saat ini sudah masuk ke Badan Anggaran adalah Pemkot meminta penurunan pajak. Untuk target pajak daerah itu Rp 511 miliar, mereka minta diturunkan Rp 485 miliar, karena tidak akan sanggup. Turunnya sekitar 29 miliaran untuk pajak daerah,” ungkapnya.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *