background img

OTORITA IKN TUKAR GAGASAN DENGAN PAKAR KOTA DAN TEKNOLOGI DUNIA

4 days ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Untuk mewujudkan visi sebagai kota hijau dan inklusif, Otorita Ibu Kota
Nusantara (OIKN) bertukar pengetahuan, pengalaman, konsep dan ide dengan praktisi yang
berpengalaman dalam menciptakan kota berkelanjutan dan layak huni di dunia.
Hal tersebut terungkap dalam rapat kerja perdana Nusantara Expert Group Meeting dengan tema Planning and Developing a New Green and Livable City: Identifying Relevant Next Practices.
Diselenggarakan hasil kerja sama antara Otorita Ibu Kota Nusantara, Asian Development
Bank (ADB), dan Department of Foreign Affairs and Trade Australian Government secara virtual, Selasa (21/6).
“Kita berharap bisa menghasilkan kota yang smart, berkelanjutan, dan tangguh. Ibu Kota Nusantara akan mengembangkan teknologi yang dapat meningkatkan kesejahteraan dan mutu kehidupan,” kata Ketua Bidang Koordinasi Transformasi Teknologi dan Inovasi Tim Transisi Pendukung Persiapan, Pembangunan, dan Pemindahan Ibu Kota Negara Mohammed Ali Berawi dalam keterangan persnya.
“Teknologi Smart City sebagai sarana mampu untuk mewujudkan kota yang layak huni dan kualitas yang baik. Teknologi menjadi unsur penting demi meningkatkan mutu kehidupan orang-orangnya,” lanjutnya.
IKN juga diharapkan menjadi kota hijau yang berkarbon negatif. “Dari 260.000 hektare yang
luasannya empat kali lipat dibandingkan Jakarta, sekitar 70 persen area dilestarikan sebagai hutan
tropis. Kota ini memiliki potensi menjadi kota karbon netral. Bahkan karbon negatif yang menyerap karbon dioksida lebih banyak daripada yang dihasilkan,” tutur Ali Berawi.
Agenda perdana rangkaian kegiatan Nusantara Expert Group Meeting tersebut menghadirkan para pakar internasional bidang pengembangan kota. Salah satunya mantan master planner Kota Sejong, Korea Selatan Kun Hyuck Ahn.
Dia memberikan apresiasi pada rencana pembangunan IKN. “Membangun kota baru membutuhkan waktu yang lama. Lebih lama dari pembangunan perumahan biasa. Jadi jangan terburu-buru untuk memulai konstruksi,” ucap Kun Hyuck Ahn.
Oleh karena itu pembangunan IKN perlu menciptakan permintaan untuk menarik orang datang ke ibu kota, terutama talenta yang mampu menyiapkan era baru kota cerdas.
OIKN mengapresiasi berbagai masukan yang diberikan oleh para pakar pengembangan
kota dan pelaku industri maju seperti kendaraan otonom, jagat virtual dan mobilitas udara
mutakhir.
“Ibu kota baru terbuka bagi semua orang, investasi, manufaktur, periset, pendukung untuk membangun ekosistem Smart City yang inklusif dan berkelanjutan,” tandas Ali Berawi.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published.