background img

ORI COCOK JADI INVESTASI PEMULA

3 days ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Tren investasi kini sangat digemari berbagai kalangan mulai dari remaja sampai dewasa. Tak seperti dulu, citra investasi yang mahal dan hanya dimonopoli para pengusaha atau karyawan berpenghasilan tinggi kini telah luntur. Beberapa investasi untuk pemula dengan modal kecil kini telah banyak ditemukan. Salah satunya investasi yang menarik adalah Obligasi Negara Ritel (ORI).

Pemerintah telah membuka penawaran bagi investor ritel untuk membeli atau investasi di Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI 020 dengan kupon atau imbal sebesar 4,95%. Para investor dapat melakukan pemesanan pembelian ORI 020 dengan nilai minimal Rp 1 juta, pembelian ORI 020 dilakukan dengan kelipatan Rp 1 juta, dengan maksimal pembelian ORI 020 Rp 2 miliar.

“Kalau kita ngutangin tetangga, itu ada kekhawatiran tidak dibayar yang jauh lebih tinggi dibandingkan kita ngutangin perusahaan, tapi kalau dibandingkan perusahaan dengan negara tentunya khawatir kita lebih kecil, karena dijamin oleh Kementerian Keuangan. Karena kalau sampai tidak dibayar, bisa rusak citra negara bukan hanya kepada rakyatnya tapi juga dalam pandangan dunia internasional,” kata Ryan Filbert, Praktisi & Inspirator Investasi Indonesia serta Penulis Puluhan Buku Best Seller Nasional ketika menjadi narasumber di program Coffee Morning di Radio KPFM Balikpapan yang dipandu Sherly Kezia, Rabu (13/10).

Ia menjelaskan, ketika berbicara tentang obligasi ini mungkin adalah cara pertama untuk anda berinvestasi dengan kemungkinan mustahil rugi. Karena kalau berinvestasi saham, anda pasti ada ketakutan bahwa saham yang ada pegang itu akan rugi, investasi emas itu nilainya bisa turun, kalau melihat investasi ORI, itu tidak melihat disitu skema rugi, karena yang menjamin adalah negara.

“Selama Anda yakin bahwa negara republik Indonesia ini masih ada. Dengan berinvestasi ORI Anda tidak akan rugi karena yang menjamin itu adalah negara,” jelasnya.

Sedangkan secara imbal atau biasa disebut bunga, ORI ini suku bunganya lebih menarik mencapai 4,95 dibandingkan deposito yang hanya mencapai 3,5 persen. Selama 3 tahun anda akan dibayar dengan imbal yang sama berbeda dengan deposito yang setiap tahun akan di-review, karena kalau suku bunganya turun maka nilai investasi yang diperoleh juga harus turun. Selain itu, pemerintah juga memberikan insentif pajak.

Pada dasarnya, ORI itu tidak dijual kepada siapapun terkecuali kepada masyarakat, jadi hanya bisa dibeli oleh masyarakat saja. Jadi bisa dikatakan ORI itu, bahasa kasarnya sarana negara bisa berhutang kepada rakyatnya.

Menurutnya, memang dalam suatu keadaan tertentu, negara bisa melakukan beberapa hal ketika membutuhkan pendanaan, yang pertama adalah dengan cetak uang tapi jatah uang ini bisa membuat nilai uang yang ada di kantong masyarakat menjadi menurun.

Lalu, yang kedua adalah dengan menggejot penjualan untuk meningkatkan pendapatan negara. Kemudian, yang ketiga adalah menambah pendapatan dari sektor pajak, tapi dengan menambah pajak ini pada kondisi tertentu terkadang kebijakan ini tidak tepat.

Dan ada faktor yang lain untuk memenuhi membutuhkan pendanaan adalah dengan struktur hutang, yang dapat dilakukan melalui sleman luar negeri atau dalam negeri.

“Kalau kita memilih opsi untuk berhutang ke luar negeri itu tentu sesuatu yang jauh sekali, nah yang terdekat itu adalah kita berhutang di dalam negeri, karena kalau berutang ke dalam negeri itu lebih enak di satu sisi negara masih punya wibawa, lalu juga kondisinya lebih terkendali karena tidak harus dibayar dalam US Dollar tapi mata uang dalam negeri,” terangnya.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *