background img

ORANG TUA KECEWA WEB PPDB SULIT DIAKSES

1 year ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Pelaksanaan penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online tingkat SMP Negeri di Kota Balikpapan mengalami masalah di hari pertama, Senin (22/6). Banyak calon siswa yang tidak bisa mengakses laman website untuk melakukan pendaftaran. Kejadian tersebut terjadi di beberapa sekolah, tak terkecuali di SMPN 1 Balikpapan.

Para calon siswa tidak bisa mengakses halaman website karena terjadi gangguan. Meski sudah menjadi hal lumrah dalam sistem pendaftaran online, namun kondisi itu mengkhawatirkan orang tua siswa. Alhasil, tak sedikit dari mereka yang datang langsung ke sekolah.

“Kendalanya sulit buka webnya untuk upload berkas. Padahal sudah diisi semua. Dari pagi enggak bisa, makanya langsung datang ke sekolah untuk konsultasi,” kata Lilis (48), salah satu orang tua siswa yang ditemui KPFM.

Warga Gunung Sari, Balikpapan Tengah (Balteng) itu mengaku kecewa. Ia khawatir anaknya tidak bisa mendaftar. “Khawatir mas. Saya belum dapat mendaftarkan anak saya dari pagi,” ujarnya.

Serupa juga dirasakan Eka Wati (41). Warga Klandasan ulu Balikpapan Kota (Balkot) itu mengaku sejak pagi belum bisa mendaftarkan anaknya. Karena laman website untuk pendataran tidak bisa diakses. “Belum bisa terbuka ini, katanya webnya lagi gangguan,” akunya.

Eka juga mengaku bingung pendaftaran dengan sistem online ini. Sebab, semua berkas yang diperlukan untuk melakukan pendaftaran harus diupload.”Kalau dulu kan langsung datang saja, dan masuk. Sekarang lewat handphone lagi. Itu ribet. Makanya datang langsung saja ke sekolah, sekalian mau lihat-lihat dulu,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala SMPN 1 Balikpapan Arintoko tidak menapik jika di hari pertama proses pemerimaan siswa baru ini ada keluhan dari para orang tua calon siswa. Sebagian besar dari mereka mengeluhkan laman web tidak bisa diakses.

“Ada keluhan. Ini daftar online tapi kok enggak bisa masuk. Ternyata masih ada kendala di webnya dan masih diperbaiki. Namanya ujicoba hari pertama, dilaunching kemudian dimanfaatkan banyak orang kan pasti ada kendala,” ucapnya.

Meski demikian, lanjut Arintoko, ada sebagian yang sudah berhasil melakukan pendaftaran. “Sebagian yang zonasi itu sudah berhasil. Kemudian yang prestasi sama perpindahan belum bisa. Kita siapkan kuota 320 untuk 10 kelas,” tandasnya.Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *