background img

OPERASI LILIN KERAHKAN 3.642 PERSONEL

3 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Polda Kalimantan Timur (Kaltim) bersama Kodam Vl Mulawarman menggelar apel persiapan operasi lilin 2020 di Lapangan Sekolah Polisi Negara (SPN) Balikpapan, Senin (21/12) pagi.

Apel dilangsungkan untuk memeriksa kesiapan sebelum melaksanakan operasi lilin yang akan dilakukan selama 15 hari, mulai 21 Desember 2020 hingga 4 Januari 2021.

Kapolda Kaltim Irjen Pol Herry Rudolf Nahak memimpin langsung apel tersebut. Jenderal bintang dua itu menyampaikan amanat dari Kapolri Jenderal Pol Idham Azis.

Dikatakan, apel gelar pasukan operasi lilin 2020 ini diselenggarakan secara serentak seluruh jajaran Polri. Sebagai bentuk pengecekan terakhir kesiapan pelaksanaan operasi dalam rangka pengamanan perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

“Kami melakukan pengecekan baik pada aspek personel maupun sarana dan prasarana serta keterlibatan unsur terkait seperi TNI, Pemda dan mitra-mitra kamtibmas lainnya,” kata Irjen Pol Herry.

Perayaan Natal, lanjut Kapolda, dirayakan melalui kegiatan ibadah, dan pergantian tahun di tempat-tempat wisata yang akan meningkatkan aktivitas. Terutama di pusat keramaian.

Peningkatan aktivitas masyarakat ini tentu saja sangat berpotensi untuk menimbulkan gangguan kambtimas hingga pelanggaran terhadap protokol kesehatan Covid-19.

“Oleh karena itu Polri menyelenggarakan operasi lilin tahun 2020 yang akan dilaksanakan selama 15 hari. Mulai 21 Desember hingga 4 Januari 2021,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya, pihak kepolisian mengedepankan kegiatan preventif dan preemtif secara umum. Serta penegakan hukum secara tegas dan profesional. “Yang diutamakan kegiatan preventif dan preemtif,” tuturnya.

Ada pun jumlah personel yang dilibatkan dalam operasi ini sebanyak 1.990 personil Polri, 304 personel TNI dan 1.348 instansi terkait.

Akan ditempatkan di 96 pos yang tersebar di beberapa titik di wilayah Kaltim. Dan dibagi menjadi tiga pos penjagaan, yakni 28 Pos PAM, 20 Pos Yan dan 48 Pos Terpadu.

“Jumlah lokasinya gereja ada 931, terminal 16, pelabuhan 14, bandara 7, pusat perbelanjaan 43, dan objek wisata 85,” sebutnya.

Irjen Pol Herry menambahkan, pada saat Natal dan tahun baru biasanya terjadi peningkatan potensi angka kriminalitas. Seperti ancaman terorisme dan radikalisme, ancaman sabotase, penyalahgunaan narkoba dan pesta miras.

Selain itu pengrusakan fasilitas umum, curas, curanmor, tawuran antar kelompok pemuda atau antar kampung dan balap liar juga menjadi atensi.

“Ini yang harus diantisipasi. Juga siaga terhadap kemacetan dan lakalantas. Serta tidak lupa ancaman bencana alam seperti banjir dan tanah longsor sebagai dampak dari musim penghujan,” ucapnya.
Irjen Pol Herry pun berharap seluruh personel yang terlibat untuk adaptif terhadap perkembangan di lapangan.

“Saya harapkan seluruh Kasatim mampu melakukan langkah antisipasi yang proaktif dan aplikatif. Serta cara bertindak yang tepat efektif dan efesien dalam mengatasi berbagai potensi yang ada sesuai dengan karakteristik masing-masing daerah,” tandasnya.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *