background img

NEKAT CURI TIANG TELEPON, 7 PEKERJA DIKURUNG

3 weeks ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Apa yang dilakukan tujuh pria di Balikpapan ini sangat tidak patut untuk dicontoh. Sebagai karyawan mereka bukannya bekerja dengan baik, malah berbuat ulah dengan melakukan aksi kejahatan.

Ketujuh pria tersebut masing-masing berinisial AR, AS, NMS, PNE, SRR, ELY dan LH. Mereka semua adalah karyawan di perusahaan subkon, kemudian dengan nekat menggasak tiang telepon milik PT Telkom.

Kasat Reskrim Polresta Balikpapan Kompol Rengga Puspo Saputro menjelaskan, aksi kejahatan tersebut terjadi pada 15 Mei 2021 lalu di Perumahan Griya Joang Asri, Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara.

Bermula saat PT Telkom bekerjasama dengan subkonnya untuk memasang sejumlah tiang telepon. Dari subkon kemudian mengutus sebanyak tujuh orang pekerja, termasuk satu di antaranya sebagai mandor.

“Saat sampai di lokasi mereka memasang tiang tersebut kemudian mendokumentasikannya sebagai bahan laporan. Setelah dilaporkan mereka mencabut kembali tiang tersebut dan bawa pergi menggunakan mobil,” kata Rengga saat pers rilis, Kamis (2/9).

Aksi kejahatan itu kemudian diketahui oleh PT Telkom dan melaporkan ke Polresta Balikpapan karena mengalami kerugian hingga mencapai Rp 36,1 juta.

Berbekal laporan tersebut, jajaran Satreskrim Polresta Balikpapan langsung memburu para pelaku. Hasilnya pada Minggu, 29 Agustus 2021 lalu para pelaku berhasil dibekuk di rumahnya masing-masing.

“Selain tersangka anggota di lapangan juga mengamankan barang bukti berupa lima buah tiang berwarna merah-hitam dengan panjang masing-masing tujuh meter. Barang bukti ini belum sempat dijual pelaku,” ungkap Rengga.

Para tersangka dan barang bukti selanjutnya digiring ke Mako Polresta Balikpapan untuk proses hukum lebih lanjut. Hasil pemeriksaan, satu di antaranya merupakan residivis pembunuhan. “Satu orang baru keluar penjara kasus pembunuhan,” ucapnya.

Kini para pelaku mendekam di balik jeruji besi Mapolresta Balikpapan. Mereka terancam dikurung maksimal tujuh tahun, karena polisi menjeratnya dengan Pasal 363 KUHP.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *