background img

NARKOBA TETAP EKSIS DI TENGAH PANDEMI

5 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Tanggal 26 Juni diperingati sebagai Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) setiap tahunnya. Tanggal itu ditetapkan melalui resolusi 42/112 pada 7 Desember 1987 oleh Majelis Umum PBB sebagai Hari Internasional Menentang Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba.

Selain itu, penetapan ini merupakan tekad untuk mencapai tujuan masyarakat internasional yang bebas dari penyalahgunaan narkoba. Serta untuk meningkatkan kesadaran akan masalah utama yang ditimbulkan oleh obat-obatan terlarang itu.

Pada tahun 2021 ini peringatan hari anti narkoba itu masih dalam kondisi pandemi Covid-19, sama seperti tahun 2020 lalu. Di tengah masa sulit yang sedang melanda, narkoba pun tetap mengancam. Wabah Covid-19 tak membuat aktivitas peredaran barang haram itu berhenti.

Pengungkapan kasus narkoba belakangan ini menjadi bukti jika narkoba itu tetap eksis dalam situasi pandemi. Bulan Mei 2021 lalu misalnya, narkotika jenis sabu-sabu sebanyak 25 kilogram berhasil digagalkan Polda Kaltim. Itu merupakan pengungkapan terbesar sepanjang sejarah kepolisian di Benua Etam -sebutan Kaltim.

“Di masa pandemi ini tidak berbanding terbalik dengan penggunaan narkoba. Artinya Covid naik narkoba turun, itu enggak. Grafik selama enam bulan ini jajaran Polda Kaltim untuk penegakan hukumnya meningkat, jumlah barangnyapun meningkat. Khusus untuk masalah narkoba,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim Kombes Pol Rickynaldo belum lama ini.

Peredaran narkotika jenis sabu-sabu di wilayah Kaltim memang seperti tak ada habisnya. Walau berulang kali ditindak petugas, namun para pelaku tak kunjung surut.
Hal itu karena Kaltim menjadi pasar menggiurkan bagi peredaran narkoba. Salah satu unsur yang menarik pelaku adalah karena banyak jalur sungai untuk masuk ke wilayah Kaltim. Pintu masuknya ada di wilayah utara.

“Pintu masuknya di Kaltim ini tetap, adanya di wilayah Utara. Masuknya dari Nunukan dan Sebatik. Enggak ada pintu lain. kalau Bandara sama Pelabuhan saya pikir sudah enggak mungkin, sudah sangat ketat. Jadi kecil kemungkinannya. Satu-satunya jalan lewat utara. Masuk melalui jalur sungai dan laut,” ungkapnya.

Berbagai upaya pun terus dilakukan oleh jajaran Ditresnarkoba Polda Kaltim untuk mencegah serta memberantas peredaran barang haram tersebut.
Salah satunya melalui program kerja nyata dalam melakukan pengungkapan kasus. Jika pemerintah memiliki slogan, kerja, kerja, dan kerja, maka Ditresnarkoba Polda Kaltim juga memiliki slogan yang tak jauh berbeda. Yakni, tangkap, tangkap, dan tangkap.

“Program kita dalam memberantas narkoba itu tangkap, tangkap dan tangkap. Karena kalau di kepolisian ini kan enggak ada anggaran untuk pembinaan. Jadi untuk rehabilitasi, sosialisasi dan lainnya itu ada di BNN.

Kami di Direktorat Narkoba hanya ditugaskan untuk menangkap atau penegakan hukum. Enggak ada cara lain selain tangkap, tangkap dan tangkap,” ucapnya.

Pada momen hari anti narkoba tahun 2021 ini, Rickynaldo berharap peran serta dari pada masyarakat. Terutama para orang tua agar kewaspadaan ditingkatkan dalam mengawasi anak-anaknya supaya terhindar dari bahaya narkotika.

“Saya berharap peran serta masyarakat sangat tinggi dan peduli terhadap masalah narkoba. Terutama orang tua, karena barang ini merusak dan menyentuh semua kalangan. Enggak ada batas umur. Jadi peran serta masyarakat dari seluruh lapisan bawah sampai atas sangat dibutuhkan. Ikut bersama perang melawan narkoba,” tandasnya.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *