background img

NAIK, ANGKA PERCERAIAN SUDAH 2.200

4 weeks ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Sepanjang tahun 2021, angka perceraian di Kota Balikpapan terus meningkat.

Dari data Pengadilan Agama Kota Balikpapan, hingga Oktober 2021 ini, jumlah kasus perceraian yang ditangani tercatat mencapai 2.200 kasus.

“Hingga bulan Oktober kemarin jumlah kasus perceraian yang ditangani oleh Pengadilan Agama Kota Balikpapan tercatat mencapai 2.200, sehingga apabila sampai 2-3 bulan ke depan diperkirakan jumlahnya masih akan naik lagi hingga 2.700,” kata Kepala Pengadilan Agama Kota Balikpapan Darmuji kepada wartawan, Senin (1/11).

Dari data tersebut, lanjut Darmuji, diperkirakan jumlah angka perceraian yang ada di Kota Balikpapan akan jauh lebih tinggi dibandingkan tahun 2020 lalu, yang tercatat mencapai 2.400 kasus perceraian selama satu tahun.

Ia menjelaskan, dari seluruh kasus yang saat ini sedang ditangani sebagian besar kasus adalah gugatan cerai yang diajukan oleh pihak perempuan.

“Kalau bicara kasus memang dari yang ditangani oleh pengadilan agama itu paling banyak adalah gugatan dari perempuan dengan persentase 60 banding 40,” jelasnya.

Ia menuturkan, ada beberapa sebab yang melatarbelakangi kasus gugatan cerai di antaranya disebabkan oleh adanya pihak ketiga.

Selain itu, tingkat pemahaman perempuan yang saat ini lebih memahami, sehingga banyak dari pihak perempuan itu melakukan gugatan. Tidak hanya dari KDRT, namun juga tindakan penelantaran oleh pihak laki-laki, misalnya ada suaminya yang terkena kasus pidana kemudian masuk penjara hingga 5 tahun dan pihak perempuan tidak mau menunggu dan mengajukan gugatan cerai.

“Faktor tingkat pemahaman dari perempuan yang lebih paham mengenai hak perempuan itu memang salah satu menjadi penyebab banyak perempuan yang tidak mau menerima dan menjadi latar belakang mengajukan gugatan cerai,” tuturnya.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *