background img

MENJADI PRIBADI YANG BERBUDI

2 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Dalam Islam hal yang berkaitan dengan budi ataupun akhlak termasuk poin yang penting bagi manusia. Karena dengan memiliki budi pekerti yang mulialah akan menjadikan kehidupan sosial manusia yang bermoral. Budi atau akhlak maupun etika menjadi sesuatu yang sangat berpengaruh kepada diri sendiri, keluarga, masyarakat, bahkan resistensi terhadap suatu bangsa dan negara.

“Menjadi pribadi yang berbudi kalau dalam Islam itu disebut dengan pribadi yang akhlakul karimah. Karena sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menjadikan seorang utusan yang bernama Rasulullah SAW ke permukaan bumi ini tiada lain adalah sebagai penyempurna akhlak karimah,” kata Ustadz Syamsul Bakhri dalam program Sajadah di Radio KPFM Balikpapan, Jumat (18/6).

Di tengah-tengah masyarakat kita di saat ini, di era milenial seperti ini, yang sangat diperlukan adalah bagaimana membentuk kepribadian yang berakhlakul karimah. Dan kepribadian karimah ini bisa kita dapatkan adalah ketika seseorang banyak memberikan manfaat kepada orang lain.

Maka Allah Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang paling banyak memberikan manfaat kepada orang lain.
Menurutnya, kepribadian yang berlaku karimah ini tidak bisa serta-merta kita dapatkan dengan cara instan karena ada beberapa faktor kemudian ada beberapa yang sangat berperan dalam pembentukan kepribadian seseorang yang berakhlakul karimah.

Yang pertama adalah peranan keluarga, ciri pembentukan kepribadian seseorang bagaimana supaya bisa menjadi seorang pribadi yang berakhlakul karimah, maka peranan keluarga dalam merupakan penentu yang paling utama. “Seorang orang tua yang menjadi penanggung jawab bagi masa depan anak-anaknya harus selalu menjalankan fungsi edukasi bagaimana mengenalkan Islam sebagai ideologi agar mereka mampu membentuk pola pikir dan pola sikap yang islami kepada keluarganya sesuai dengan akidah dan syariat Islam,” ujarnya.

Yang kedua adalah peran negara. Jadi negara harus mampu membangun pendidikan yang mampu untuk membentuk pribadi yang memiliki karakter Islami dengan cara menyusun kurikulum yang sama bagi seluruh sekolah dengan berlandaskan aqidah, melakukan seleksi yang ketat terhadap calon-calon pendidik, kemudian bagaimana pemikiran diajarkan untuk diamalkan dan tidak meninggalkan pengajaran sains dan teknologi maupun seni dengan selalu memperhatikan kaidah.

Dan ketiga, pergaulan di tengah-tengah masyarakat yang karakteristik kepribadian seorang muslim yang berakhlakul karimah.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *