background img

MENGAJARKAN INVESTASI BAGI ANAK-ANAK

5 days ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Mengajarkan berinvestasi tidak hanya diperuntukkan untuk orang dewasa. Mengajarkan kepada anak-anak tentu sangat diperbolehkan. Justru mengajarkan investasi kepada anak sejak dini bisa lebih membantu mereka untuk mencapai kesuksesan finansial di masa mendatang.

Upaya tersebut juga merupakan salah satu cara mengajarkan anak bagaimana mengelola keuangan dengan baik, termasuk cara menabung dan berbelanja dengan cerdas sebelum dan ketika memasuki masa dewasanya.

“Sebenarnya anak-anak kita juga harus diajarkan tentang kesadaran keuangan, kesadaran investasi. Bahkan seketika bisa merespon, kita bisa memasukkan unsur-unsur tentang investasi dan keuangan. Apakah orang tua itu mengajarkan agar nanti, kalau sudah berpenghasilan, agar menyisihkannya,” kata Ryan Filbert, Praktisi & Inspirator Investasi Indonesia serta Penulis Puluhan Buku Best Seller Nasional saat menjadi narasumber di program Coffee Morning di Radio KPFM Balikpapan yang dipandu Sherly Kezia, Rabu (24/11).

Ia menjelaskan bahwa ketika kita mengenal dunia investasi dan keuangan, kita menyadari bahwa ternyata kita sedikit terlambat ketika memulai. Karena apabila sedini mungkin kita memulai, maka akan semakin kecil investasi yang kita persiapan.

Misalnya kita mau anak-anak kita sekolah, harus mulai mempersiapkannya sejak baru dilahirkan.

“Sekarang memang ada saja orang yang mampu menyekolahkan anak-anaknya tanpa adanya perencanaan. Pertama, karena memang orang kaya atau berprinsip bagaimana mau lewatnya besok. Dan banyak orang yang seperti ini. Maka konsepnya adalah insidentil,” ujarnya.

Ia menuturkan bahwa semuanya itu, sebenarnya bisa direncanakan, kenapa ada banyak orang konsepnya insidentil atau unsur kagetan, karena memang tidak diajarkan membuat perencanaan keuangan.

“Asal muasal adalah dengan memberikan celengan, tahapannya kalau sudah penuh kemudian membuka rekening bank, kita menyampaikan bahwa uang kita akan bertambah dan kita buktikan bahwa akan bertambah. Walaupun kecil. Intinya kita mulai mengalihkan, bukan hanya menabung, tapi kepemilikan aset. Yang penting itu bukan angkanya, mengenai bagaimana kebiasaan itu,” tuturnya.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *