background img

MENCIUM ISTRI SAAT PUASA, BATAL TIDAK?

2 weeks ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Bagi pasangan suami-istri, hubungan badan selama bulan Ramadan memiliki ketentuan tersendiri. Pada siang hari atau ketika menjalankan puasa, mulai dari waktu subuh hingga magrib, hubungan badan termasuk perbuatan berdosa dan membatalkan puasa.

Mereka yang melakukan hubungan suami-istri pada siang hari saat melaksanakan ibadah puasa Ramadan diharuskan membayar kafarat atau denda yang berat.

Namun, berciuman tidak dapat dikategorikan sebagai hubungan badan. Ciuman dapat saja hanya sebatas ekspresi sayang dari suami atau istri kepada pasangannya. Karena Nabi Muhammad SAW sendiri mencium istri-istri beliau ketika tengah berpuasa.

“Yang penting mampu mengontrol nafsu, kalau hanya berciuman atau berpelukan dengan istri ketika berpuasa sebenarnya tidaklah dilarang, sehingga tidak mengapa menjaga romantisme hubungan suami dengan istri di bulan Ramadan. Jangan sampai hambar hanya karena mitos yang tidak mendasar, kalau sentuhan nanti batal,” kata Ustadz Agus Choirul Huda dalam program Berkah Sahur yang dipersembahkan oleh Dompet Dhuafa Kaltim di Radio KPFM Balikpapan, Kamis (21/4).

Menurutnya, banyak mitos-mitos yang dianggap membatalkan puasa di kalangan masyarakat, di antaranya bermesraan dengan istri ketika berpuasa sebenarnya tidak dilarang selama tidak berhubungan.

Termasuk juga menyangkut kewajiban mandi junub setelah berhubungan suami istri di malam hari, kemudian ketiduran hingga azan subuh, menurut pendapat mayoritas ulama hal tersebut itu tidak batal puasa.

“Makan sahur dulu, baru setelah itu mandi junub,” terangnya.

Selain itu, ia menjelaskan mitos lainnya seperti berkeramas ketika berpuasa, hal tersebut juga tidak membatalkan puasa meski niatnya mendingan diri di siang hari.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *