background img

MENCARI SOLUSI BANJIR BALIKPAPAN

3 weeks ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Banjir menjadi salah satu permasalahan serius di kota Balikpapan. Bagaimana tidak, banjir menahun yang tak kunjung mendapatkan solusi itu semakin parah. Berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Kota untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Senin pagi, 30 Agustus 2021, Tim Ahli Bangunan dan Gedung Balikpapan diundang ke Kantor Wali Kota. Salah satu fokus utama pembahasan adalah mencari solusi banjir.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud pada kesempatan itu meminta Tim Ahli Bangunan dan Gedung untuk bisa memberikan sumbangsih pemikiran serta solusi dalam mengatasinya.

“Pak Wali minta kami berpartisipasi memikirkan banyak hal tentang kota ini. Salah satu fokus utamanya mencari jalan keluar bagaimana mengatasi banjir, karena sudah lima tahun ini lokasi banjirnya itu-itu juga, masa tidak bisa diatasi,” kata Ketua Tim Ahli Bangunan Gedung Balikpapan, Benny Dhanio.

Ada beberapa solusi yang ditawarkan. Pertama jangka pendek dengan menyiapkan pompa air, kemudian untuk penanganan jangka menengah bisa dengan membuat bozem dan perluasan saluran drainase.

“Jangka panjangnya bagaimana kedisplinan tata ruang, misalnya bukit yang mulai ramai dijadikan pemukiman oleh warga, agar tidak menimbulkan erosi dikemudian hari,” ujarnya.

Di samping itu, pembahasan lainnya dalam audensi tersebut terkait penataan dan keindahan kota, pembangunan dan perizinan yang tidak sesuai dengan peruntukannya.

“Misal izinnya ruko tapi dijadikan hotel, atau izin bangunan dua lantai malah dibangun jadi tiga lantai. Tapi fokus utama masih dalam penanganan banjir dulu,” ungkap Benny.

BANJIR MAKIN PARAH

Banjir Balikpapan saat ini memang semakin parah. Seperti yang terjadi pada Sabtu, 28 Agustus 2021 lalu. Sebagian wilayah Kota Minyak -sebutan Balikpapan- menjadi laut dadakan setelah diguyur hujan sejak dini hari.

Sejumlah titik lumpuh, mulai dari simpang tiga traffic light Gunung Malang-Gunung Sari, Perumahan Manggarsari (Balikpapan Timur), serta Jalan AMD Projakal (dekat lapangan golf Kariangau).

Air juga menggenangi empat titik di sekitar Jalan MT Haryono, Balikpapan Selatan yakni Gang Mufakat I, Jalan Beller, depan kantor Telkom, dan Global Sport.

Banjir terparah terjadi di daerah pinggiran. Tepatnya di kawasan pertanian Gunung Binjai, Kelurahan Teritip, Balikpapan Timur. Sekira 40 hektare sawah milik petani di sana terendam dengan ketinggian air mencapai dada orang dewasa.

“Ini baru pertama kali mas dan yang terparah. 40 hektare sawah petani kami terendam. Ketinggian air sedada orang dewasa. Itu kejadiannya sampai tadi malam, sekarang sudah surut,” ucap Ketua Kelompok Tani Karya Bina Bersama, Romadon saat dihubungi KPFM melalui sambungan telepon, Minggu (29/8).

Sawah-sawah ini, lanjut Romadon, jadi harapan sekitar 20 petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Karya Bina Bersama. Kondisinya pun sudah menguning, usia tanam 85 hari. Artinya sekitar 15-20 hari ke depan sudah memasuki masa panen.

“Sudah mau panen karena padinya sudah menguning. Biasanya petani mampu menghasilkan 5,3 ton per hektare setiap panen. Tapi setelah direndam banjir ini pasti berkurang termasuk kualitasnya, dan biasanya harga juga turun,” sebutnya.

Banjir yang merendam puluhan hektare sawah ini membuat petani berpotensi merugi hingga Rp 30,7 juta per hektare. Kondisi itu membuat Romadon was-was, semakin banyak petani yang tak bisa menanam padi lagi, lantaran modalnya habis.

“Apalagi belakangan modal yang dikeluarkan untuk bibit, pupuk dan obat bisa mencapai Rp 17 juta per hektare,” tandas Romadon.

Banjir terparah juga terjadi di Jalan Beller dan Manggarsari. Airnya mencapai perut orang dewasa. Aktivitas warga dan lalu lintas lumpuh. Banyak warga tak bisa ke mana-mana karena rumahnya terendam.

Bahkan sejumlah pekerja di Kariangau, Balikpapan Utara juga menunda niatnya ke kantor karena tak bisa melintasi Jalan AMD Projakal. Tak ada korban jiwa dalam musibah ini.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *